Malam 1 Suro 2026: Dimulai Selasa, 16 Juni dan Larangan Tradisi

Nurul H. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 593 dibaca
Bisik.id
Malam 1 Suro 2026: Dimulai Selasa, 16 Juni dan Larangan Tradisi

Gambar atau konten salah?

Malam 1 Suro 2026 menjadi sorotan utama pada pertengahan Juni 2026. Banyak orang mulai mencari tahu kapan tepatnya malam tersebut dimulai, sekaligus penasaran dengan berbagai larangan yang masih dipercaya masyarakat. Keingintahuan ini muncul di tengah nuansa mistis yang sering melekat pada perayaan Tahun Baru Jawa.

Di balik kebiasaan ini, 1 Suro sebenarnya merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang sarat nilai spiritual dan refleksi diri. Momen ini menandai pergantian tahun baru dalam kalender Jawa, yang masih dipakai sebagian masyarakat hingga kini. Meskipun sering dikaitkan dengan Tahun Baru Islam, hubungan antara kedua kalender tidak selalu identik.

Menurut perhitungan kalender Jawa, malam 1 Suro 2026 diperkirakan dimulai pada Selasa, 16 Juni 2026. Dalam sistem penanggalan Jawa, pergantian hari dimulai setelah matahari terbenam atau setelah Magrib. Dengan demikian, suasana malam 1 Suro sudah terasa sejak petang hari Selasa.

Sementara itu, tanggal 1 Suro 1960 Jawa bertepatan dengan Rabu, 17 Juni 2026. Penandaan ini menjadi penanda pergantian tahun baru dalam kalender Jawa yang masih diikuti oleh sebagian orang. Perbedaan ini muncul karena sistem perhitungan kalender Jawa dan kalender Hijriah modern tidak selalu sinkron.

Kalender Jawa yang digunakan saat ini merupakan hasil akulturasi pada masa Sultan Agung Mataram, yang memadukan unsur penanggalan Islam dengan tradisi Jawa lama. Karena metode perhitungannya berbeda, awal bulan Suro dan awal Muharram terkadang bisa selisih satu hari, seperti yang terjadi pada 2026. Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag), 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Sehingga, malam Tahun Baru Islam bertepatan pada Senin, 15 Juni 2026. Meskipun demikian, masyarakat Jawa tetap mengaitkan bulan Suro dengan bulan Muharram karena keduanya memiliki nilai spiritual yang kuat.

Larangan atau pantangan malam 1 Suro umumnya dipercaya berlaku sejak malam 1 Suro dimulai, yakni mulai Selasa, 16 Juni 2026 hingga memasuki tanggal 1 Suro pada Rabu, 17 Juni 2026. Di sejumlah daerah Jawa, sebagian masyarakat juga menganggap Suro sebagai bulan sakral. Karena itu, beberapa pantangan tradisional dipercaya berlaku sepanjang bulan Suro, bukan hanya pada malam pertamanya. Kepercayaan tersebut lebih banyak berasal dari tradisi budaya dan adat turun‑turun, bukan aturan agama yang bersifat wajib.

Berikut ini beberapa larangan yang masih dipercaya saat malam 1 Suro:

1. Tak menggelar hajatan atau pesta besar. Bulan Suro sering dianggap sebagai waktu untuk introspeksi diri. Karena itu, sebagian masyarakat menghindari pesta besar, seperti resepsi pernikahan atau hajatan keluarga.

2. Pantangan menikah. Mitos paling populer adalah larangan menikah di bulan Suro karena dipercaya bisa mendatangkan kesialan dalam rumah tangga. Meski masih dipercaya sebagian masyarakat, tidak ada dalil dalam Islam yang melarang pernikahan di bulan Muharram maupun Suro.

3. Menghindari pindah rumah atau membuka usaha baru. Sebagian orang Jawa juga menganggap bulan Suro bukan waktu yang tepat untuk memulai sesuatu yang besar, termasuk pindah rumah atau membuka usaha baru. Kepercayaan ini berangkat dari pandangan bahwa Suro merupakan bulan untuk introspeksi, menenangkan diri, dan mengurangi aktivitas duniawi atau perayaan.

4. Tidak keluar malam tanpa keperluan penting. Di beberapa daerah Pulau Jawa, malam 1 Suro juga identik dengan suasana sakral dan mistis. Karena itu, ada masyarakat yang memilih mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam tersebut.

Di balik berbagai mitos dan pantangan, malam 1 Suro sebenarnya lebih dikenal sebagai momen spiritual dan budaya. Di Yogyakarta dan Solo, tradisi kirab pusaka dan tapa bisu masih rutin dilakukan setiap tahun. Selain itu, banyak masyarakat juga menggelar doa bersama, ziarah makam leluhur, tirakatan, hingga perenungan diri. Tradisi tersebut menjadi simbol introspeksi dan harapan agar tahun baru Jawa membawa keselamatan serta ketenangan hidup.

Dalam ajaran Islam, tidak ada larangan khusus untuk menikah, pindah rumah, atau mengadakan hajatan saat Muharram maupun Suro. Muharram justru termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam. Karena itu, sebagian ulama mengingatkan agar tidak berlebihan mempercayai mitos yang tidak memiliki dasar syariat. Meski demikian, tradisi budaya tetap dapat dihormati selama tidak bertentangan dengan ajaran agama. Karena itu, masyarakat biasanya menyikapi Malam 1 Suro sesuai keyakinan dan adat masing-masing.

Dengan demikian, malam 1 Suro 2026 jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, dan larangan-larangan tradisional dimulai pada malam tersebut hingga Rabu, 17 Juni 2026. Meskipun identik dengan nuansa mistis dan pantangan tertentu, malam 1 Suro pada dasarnya merupakan bagian dari budaya Jawa yang sarat makna spiritual dan refleksi diri. Masyarakat dapat menyesuaikan perilaku mereka dengan keyakinan pribadi, sambil tetap menghormati nilai-nilai budaya dan agama yang ada.

Malam 1 SuroTahun Baru JawaKalender JawaMuharramPantangan SuroKebiasaan budayaSpiritualitas

Komentar

Memuat komentar...