Malang Muntah Dingin: Bediding Menurunkan Suhu Pasca Kemarau
Gambar atau konten salah?
Udara di Malang Raya terasa jauh lebih dingin dari biasanya dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangploso Malang, fenomena ini dikenal dengan istilah bediding dan merupakan hal yang normal terjadi saat musim kemarau.
Forecaster on Duty BMKG Karangploso, Retno Wulandari, pada Minggu (31 Mei 2026), menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang menyebabkan suhu Malang Raya mendadak turun drastis selama beberapa hari terakhir.
Faktor pertama adalah minimnya tutupan awan di langit.
"Saat musim kemarau, tutupan awan berkurang. Pada siang hari permukaan bumi menyerap panas matahari, tetapi pada malam hari panas tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer. Karena tidak ada awan, maka panas tersebut lebih cepat dilepaskan," kata Retno.
Retno mengibaratkan awan sebagai selimut bumi. Ketika awan absen, kehangatan di permukaan bumi hilang dengan cepat ke luar angkasa.
Faktor kedua, lanjut Retno, adalah pergerakan angin dari belahan bumi selatan. Saat ini, wilayah Indonesia sedang dipengaruhi oleh Monsun Australia.
"Wilayah Indonesia dipengaruhi oleh angin timur atau Monsun Australia yang membawa massa udara relatif kering dan lebih dingin dari Benua Australia menuju Indonesia," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di kantor BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur di Karangploso, suhu minimum bahkan sudah menyentuh angka belasan derajat.
"Pagi tadi suhu minimum tercatat 18,4 derajat Celsius. Soal bediding sendiri diperkirakan akan terjadi hingga bulan Juli-Agustus 2026, dan berangsur suhu minimum akan meningkat pada bulan selanjutnya," tandasnya.
Prediksi menunjukkan bediding akan berlangsung hingga bulan Juli-Agustus 2026, dengan suhu minimum akan meningkat pada bulan selanjutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
