Malang Serap 15K Pekerja, Target Turun Pengangguran 5% 2026
Gambar atau konten salah?
Kota Malang masih menghadapi tantangan besar dalam memperluas lapangan kerja menjelang tahun 2026. Meskipun beberapa proyek strategis sudah berjalan, kontribusi sektor baru terhadap penurunan angka pengangguran belum mencapai puncaknya.
Arif Tri Sastyawan, Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyinkronkan data tentang total serapan tenaga kerja selama periode berjalan.
Perbandingan data tahun 2025 menunjukkan kota ini berhasil menyerap sekitar 15 ribu tenaga kerja ke berbagai sektor industri.
“Untuk 2026 ini masih kita hitung, karena laporan lengkapnya belum masuk. Tahun 2025 kemarin sekitar 15 ribu tenaga kerja terserap,” ujar Arif kepada wartawan pada Sabtu, 04 April 2026.
Target utama saat ini adalah menekan TPT yang berada di angka 5,69 persen agar bisa turun ke kisaran 5 persen.
Dengan estimasi angkatan kerja mencapai 350-400 ribu orang, masih ada sekitar 25 ribu penduduk yang belum terserap ke dunia kerja.
Arif optimistis bahwa masuknya investasi baru di tahun ini akan menjadi kunci utama untuk mengejar target tersebut. “Targetnya jelas menurunkan TPT. Kalau dari hitungan sekarang, masih sekitar 25 ribu yang jadi PR. Harapannya dengan investasi yang masuk di 2026 ini bisa ditekan mendekati 5 persen,” ungkapnya.
Sektor jasa dan perdagangan masih menjadi tulang punggung perekonomian kota. Industri perhotelan, kuliner, serta UMKM tetap mendominasi penyerapan tenaga kerja dibandingkan sektor manufaktur atau industri berat.
Di sisi lain, program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang diharapkan menjadi stimulus baru belum menunjukkan dampak signifikan pada triwulan pertama tahun ini.
Menurut Arif, kendala utama terletak pada proses administratif dan kesiapan operasional para pelaku usaha di sektor tersebut. “MBG ini masih berproses. Dari sekitar 80 unit usaha yang mengajukan keterlibatan dalam program MBG, baru 20 unit yang telah melengkapi perizinan secara resmi. Hal inilah yang menyebabkan serapan tenaga kerja dari sektor tersebut belum terlihat di lapangan,” katanya.
Padahal, secara matematis potensi serapan dari program MBG sangatlah besar. Jika seluruh unit usaha MBG dapat beroperasi secara simultan, diprediksi akan ada 30 ribu lowongan kerja baru yang terbuka bagi masyarakat.
Namun, Arif menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat proyeksi dan tidak bisa dijadikan acuan keberhasilan dalam waktu dekat. “Itu pun kalau semuanya berjalan. Jadi belum bisa dihitung sebagai kontribusi riil saat ini,” tegas Arif.
Untuk menjembatani kebutuhan industri dan pencari kerja, Disnaker-PMPTSP telah menjadwalkan agenda bursa kerja atau job fair pada Agustus 2026.
“Job fair tetap jadi strategi kita untuk menekan TPT, sekaligus membuka akses lebih luas bagi pencari kerja,” pungkasnya.
Kesimpulannya, Malang berusaha menurunkan tingkat pengangguran dengan memanfaatkan investasi baru, mempercepat proses administrasi MBG, dan memfasilitasi pertemuan langsung antara perusahaan dan pencari kerja melalui job fair. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran ke bawah 5 persen di tahun 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
