Mandi Sunah Idul Adha: Waktu, Niat, dan Tata Cara 2026
Gambar atau konten salah?
Mandi Sunah Idul Adha adalah amalan penting bagi umat Islam menjelang hari raya. Mandi ini mirip dengan mandi wajib, namun perbedaan terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya. Dengan tubuh bersih, jamaah lebih siap menghadapi sholat Idul Adha.
Sejarah mandi sunah ini sudah lama dicatat dalam kitab fikih. Nabi Muhammad SAW menekankan mandi sebelum melaksanakan sholat Idul Adha sebagai persiapan lahiriah. Hadis riwayat Baihaqi menegaskan bahwa mandi pada hari Jumat, Arafah, Idul Fitri, dan Idul Adha adalah sunah yang dianjurkan.
Ali bin Abi Thalib RA pernah ditanya tentang mandi sunah. Ia menjawab, "Mandilah setiap hari jika kamu mau," lalu dilanjutkan, "Mandi pada hari Jumat, hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Idul Fitri." Hadis ini sahih menurut Syaikh Al-Albani.
Menurut Nahdlatul Ulama, mandi Idul Adha tidak hanya disunahkan bagi orang yang akan menunaikan sholat Idul Adha. Semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan, besar maupun kecil, tua maupun muda, diharapkan melakukannya. Bahkan bagi yang tidak dapat sholat, seperti perempuan haid atau nifas, mandi sunah tetap dianjurkan.
Waktu pelaksanaan mandi sunah sering disalahpahami. Banyak yang mengira mandi hanya boleh dilakukan setelah Subuh. Namun, kitab Hasyiyah al-Bajuri menjelaskan bahwa mandi sunah dapat dimulai sejak tengah malam memasuki 10 Dzulhijjah. Meskipun demikian, waktu utama adalah setelah Subuh dan sebelum sholat Idul Adha. Jika dilaksanakan di luar rentang ini, mandi tersebut tidak termasuk sunah.
Untuk Idul Adha 2026, umat Islam dapat mulai mandi sunah pada dini hari Selasa, 27 Mei 2026. Penetapan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah oleh pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama menandai hari raya tersebut. Oleh karena itu, mandi sunah sebaiknya dilakukan sebelum Subuh pada tanggal tersebut.
Setiap kali melakukan mandi sunah, niat khusus harus diucapkan. Berikut bacaan niatnya, diambil dari laman Nahdlatul Ulama:
نَوَيْتُ سُنَّةَ الْغُسْلِ لِعِيْدِ الْأَضْحَى
Arab Latin: Nawaitu sunnatal ghusli li 'Idil Adlha.
Artinya: Saya niat sunah mandi Idul Adha.
Berikut tata cara mandi sunah Idul Adha, yang mirip dengan mandi wajib namun dengan niat khusus:
- Mulai dengan membaca niat, bisa di dalam hati.
- Basuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
- Lakukan wudhu lengkap, mulai dari tangan hingga kaki, sebelum menyiram air ke seluruh badan.
- Siramkan air ke kepala tiga kali, sambil memutar jari di sela-sela rambut agar air merata.
- Siramkan air ke seluruh tubuh, mulai dari sisi kanan lalu kiri, pastikan air menembus semua lipatan, termasuk telinga, pusar, bawah lengan, dan sela-sela jari kaki.
- Setelah itu, bersihkan tubuh secara menyeluruh: sikat gigi, cuci rambut, gunakan sabun, dan pastikan air bersih.
Walaupun hukumnya sunah, mandi sebelum sholat Idul Adha menjadi bentuk persiapan diri yang dianjurkan. Dengan tubuh bersih, jamaah dapat melaksanakan sholat dengan lebih khusyuk. Mandi sunah juga menandai rasa hormat terhadap hari raya, memperlihatkan kebersihan dan kesungguhan dalam beribadah.
Beberapa orang masih bingung tentang kapan tepatnya mandi sunah. Perlu diingat bahwa mandi sunah dapat dimulai sejak malam hari sebelum 10 Dzulhijjah, tetapi hanya sah bila dilakukan setelah Subuh dan sebelum sholat. Jadi, bagi yang ingin mempersiapkan diri, mulai mandi pada dini hari 27 Mei 2026, sebelum Subuh, dan pastikan niat diucapkan dengan jelas.
Selain itu, NU menegaskan bahwa mandi sunah tidak terbatas pada satu kelompok saja. Semua orang, baik yang akan sholat maupun yang tidak, diharapkan melakukannya. Hal ini menekankan nilai kebersihan dan persiapan spiritual bagi semua umat.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, umat Islam dapat menjalankan mandi sunah Idul Adha dengan benar. Mandi ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian penting dari persiapan spiritual menjelang hari raya. Mandi sunah menegaskan kesungguhan dalam beribadah dan menunjukkan rasa hormat terhadap momen istimewa di tanggal 10 Dzulhijjah.
Kesimpulannya, mandi sunah Idul Adha adalah amalan yang dianjurkan bagi semua kalangan. Waktu yang tepat adalah setelah Subuh pada 10 Dzulhijjah, dan niat harus diucapkan secara jelas. Dengan mengikuti tata cara yang benar, jamaah dapat bersiap dengan bersih dan khusyuk menjelang sholat Idul Adha 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
