Marcel Radhival Ungkap Pesugihan Gunung Kawi: Ritual Kejawen

Wulan M. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Marcel Radhival Ungkap Pesugihan Gunung Kawi: Ritual Kejawen

Gambar atau konten salah?

Marcel Radhival, yang dikenal dengan julukan Pesulap Merah, memutuskan untuk menyelidiki dugaan praktik pesugihan di Keraton Gunung Kawi, sebuah situs suci di Kabupaten Malang.

Ia merasa terdorong oleh pertanyaan netizen yang menanyakan apakah di sana ada ritual pesugihan atau penggunaan tumbal.

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, Marcel mengunjungi Keraton Gunung Kawi dan langsung bertemu dengan juru kunci, yang bertugas menjaga pintu gerbang tempat suci itu.

“Banyak netizen ngajak saya untuk ungkap pesugihan Gunung Kawi apa pakai tumbal dan semacamnya. Setelah saya ngobrol-ngobrol sama kuncen juru kunci, dan luar biasanya juru kunci ini ngomong tidak pakai inisial-inisial ketika ditanya, dia ceplas-ceplos saja sebut nama,” ujar Marcel.

Dari percakapan itu, Marcel menyadari bahwa Keraton Gunung Kawi bukan tempat yang menakutkan bagi jin, melainkan tempat ritual kepercayaan kejawen.

Menurut juru kunci, setiap ritual di sana wajib membawa bunga dan dupa, yang dimaksudkan sebagai sarana untuk menyampaikan permohonan dan hajat kepada Tuhan Yang Maha Esa, bukan kepada makhluk gaib.

Selanjutnya, juru kunci membuka daftar tokoh yang pernah menginjakkan kaki di sana. Ia menyebut artis legendaris masa lalu hingga figur modern yang pernah menyambangi tempat ini.

“Banyak, mulai dari artis dan penyanyi jaman dulu, Ice Trisnawati, Edi Sud, sampai Pance Pondaag yang pertama kali kesini. Untuk selanjutnya, yang biasa di stasiun TV itu juga banyak, seperti Sarwendah,” ungkap juru kunci saat diwawancarai Marcel.

Tidak hanya selebritas, Keraton Gunung Kawi juga menarik perhatian tokoh politik besar di Indonesia sebelum mereka menduduki jabatan tertinggi negara.

“Kalau sebelum jadi presiden iya, Pak Jokowi sebelum jadi presiden masih akan mencalonkan Wali Kota Solo. Pak Jokowi sendiri datang, waktu itu kan dia masih pengusaha meubel,” tutur juru kunci blak-blakan.

Awalnya Marcel mengira bahwa pernyataan juru kunci hanyalah spontanitas saat bersamanya. Namun setelah menelusuri lebih jauh, ia menemukan bahwa juru kunci konsisten menyebut nama-nama tokoh yang sama kepada kreator konten lain yang datang sebelumnya.

“Setelah saya upload (video eksplore Keraton Gunung Kawi), ternyata kuncen berbicara seperti itu bukan kali ini saja. Nama-nama yang disebutkan, di video teman saya yang juga meminta wawancara kuncen, juga menyebutkan nama-nama yang sama. Jadi sudah disebutkan jauh-jauh hari sama si kuncen ini,” jelas Marcel.

Dengan bukti tersebut, Marcel semakin meragukan kebenaran deretan nama yang diungkap oleh juru kunci. Ia mulai mencurigai bahwa penyebutan nama-nama pesohor itu disengaja, untuk menarik perhatian publik.

Bagi Marcel, kedatangannya ke Gunung Kawi murni karena memenuhi permintaan netizen sekaligus didorong rasa penasaran mengenai siapa saja tokoh publik yang memercayai hal-hal tradisional tersebut.

Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi di Keraton Gunung Kawi bukanlah ritual pemujaan setan, melainkan bagian dari tradisi kejawen.

Meskipun menghormati budaya tersebut sebagai bagian dari keragaman, Marcel yang merupakan seorang muslim mengingatkan pengikutnya untuk tetap berpegang teguh pada syariat agama masing-masing dalam mencari kelancaran rezeki.

“Karena sebenarnya itu bukan ritual jin-jin, bukan, tapi itu ritual kepercayaan Kejawen. Kalau kita yang muslim ya tentu tidak boleh menjalankan hal semacam itu, karena itu merupakan kepercayaan kejawen,” tandasnya. (irb/hil)

Cerita ini menyoroti bagaimana seorang pesulap, yang dikenal lewat media sosial, mencoba mengungkap praktik keagamaan di sebuah situs suci. Ia menemukan bahwa ritual di sana lebih bersifat spiritual dan tidak berhubungan dengan jinn. Namun, kehadiran tokoh-tokoh terkenal dan konsistensi penyebutan nama menimbulkan keraguan tentang keaslian cerita. Marcel tetap menegaskan pentingnya menjaga identitas keagamaan masing-masing.

Marcel RadhivalPesulap MerahKeraton Gunung KawiRitual KejawenPesugihanTokoh PublikKepercayaan KejawenMedia Sosial

Komentar

Memuat komentar...