Marsiyah 105 Tahun Berangkat Haji, Jemaah Tertua Surabaya
Gambar atau konten salah?
Marsiyah Salim berusia 105 tahun akhirnya dapat menempuh perjalanan ke Tanah Suci setelah puluhan tahun menunggu. Jemaah haji tertua Embarkasi Surabaya yang berasal dari Kediri berangkat dengan semangat tinggi.
“Alhamdulillah senang, banyak temannya. Sampai sini senang. Gak sabar lihat Ka'bah,” ujar Marsiyah kepada wartawan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada 21 Mei 2026.
Di usia yang sudah melebihi satu abad, kondisi kesehatan Marsiyah masih tergolong baik. Pendengaran dan kemampuan berbicaranya lancar tanpa perlu diulang. Ia masih dapat berjalan tanpa alat bantu, meski untuk jarak tertentu.
Namun, ia mengaku terkadang merasakan kesemutan di kakinya, terutama setelah menempuh perjalanan jauh dari rumahnya di Dusun Bogo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri menuju Surabaya. “Kalau gak kesemutan gitu bisa jalan kaki. Tadi dari Kediri sedikit kesemutan tapi sudah enggak,” ujarnya.
Perjalanan Marsiyah ke Tanah Suci juga menyimpan kisah inspiratif. Ia menabung sedikit demi sedikit dari hasil berjualan dodol, jenang, dan bahan pokok di pasar tradisional hingga akhirnya mampu mendaftar haji.
“Sudah menabung lama dulu jualan jenang (dodol) saya tabung sedikit demi sedikit. Kalau sudah ke kumpul banyak, buat haji di Makkah. Saya gak bilang siapa-siapa. Sekarang ya gak kerja, dulu jualan. Bapak tukang kayu,” ceritanya.
Pada keberangkatan tahun ini, Marsiyah didampingi anak keduanya, Muidah berusia 62 tahun, yang tergabung dalam Kloter 112. “Didampingi sama anak. Sehat-sehat alhamdulillah. Kalau pagi jalan-jalan buat persiapan haji,” katanya.
Marsiyah mengaku tidak memiliki resep khusus untuk umur panjang. Sejak muda ia terbiasa bekerja keras, rutin berjalan kaki, dan menghindari makanan pedas. Ia masih kuat puasa, tidak pernah putus selama Ramadan. “Saya masih kuat puasa, Ramadan gak putus sama sekali. Kalau makan gak yang pedas, tidak ada pantangan khusus tapi. Saya gak suka kopi tapi kalau pagi selalu minum susu,” ucapnya.
Ia tercatat sebagai jemaah tertua Embarkasi Surabaya sekaligus jemaah haji tertua se-Indonesia pada musim haji tahun 2026. Ia dan anaknya mendaftar haji pada 2021 dan akhirnya mendapat kesempatan berangkat tahun ini melalui prioritas lanjut usia. “Tahun 2021 daftarnya. Dulu mbah inginnya sudah sejak lama, tapi anak-anaknya masih ada tanggungan kebutuhan jadi bisanya mbah pas sudah sepuh baru daftar. Setelah nunggu lima tahun baru berangkat,” kata Muidah.
Keberhasilan Marsiyah menegaskan bahwa tekad, disiplin, dan kesabaran dapat membawa seseorang mencapai impian, bahkan di usia yang sangat tua. Ia menjadi contoh nyata bahwa perjalanan spiritual tidak mengenal batasan usia, asalkan hati tetap bersih dan tekad kuat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
