Masangin: Atraksi Malam Alun‑Alun Kidul Yogyakarta Menarik

Nurul H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Masangin: Atraksi Malam Alun‑Alun Kidul Yogyakarta Menarik

Gambar atau konten salah?

Alun‑alun Kidul Yogyakarta dikenal dengan beragam atraksi dan kuliner yang menarik. Di antara semua itu, satu atraksi yang selalu menjadi primadona malam hari adalah Masangin. Nama ini singkatan dari Masuk Antara Dua Beringin, dan mitosnya mengatakan bahwa siapa pun yang berhasil menempuh jalan di antara dua pohon beringin dengan mata tertutup akan melihat keinginannya terwujud.

Masangin menjadi pusat perhatian para wisatawan yang datang pada malam hari. Pak Jumadi, seorang pemandu berusia 68 tahun, menjelaskan bahwa atraksi ini sangat diminati. “Semakin malam semakin ramai,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa hanya dengan uang Rp 5.000, pengunjung dapat menyewa penutup mata dan akan dipandu oleh Pak Jumaidi untuk menyelesaikan misi tersebut. Dalam satu sesi, biasanya ada lima orang yang mencoba Masangin.

Jumaidi, yang sudah lama memimpin acara ini, mengatakan, “Banyak yang berhasil, tak sedikit yang gagal.” Ia menekankan bahwa atraksi ini merupakan warisan budaya yang kini dijaga sebagai bagian dari pariwisata. Pada zaman dahulu, Masangin merupakan syarat bagi calon Abdi Dalem keraton. Jika seseorang berhasil melewati dua beringin, dianggap tulus dalam melayani Sultan. “Ada tiga kesempatan, ini menguji ketulusan. Konon, mitosnya kalau berhasil melewati Beringin maka keinginan orang tersebut akan terwujud,” ungkapnya.

Mbah Panggih, seorang 80 tahun yang menyewakan penutup mata, juga turut menjaga tradisi ini. Ia mengingatkan bahwa budaya melewati Beringin biasanya dimulai pada malam hari, sekitar jam 5 sore. “Dulu itu budaya melewati Beringin mulainya memang malam, sekitar jam 5 sore,” jelasnya.

Rosa, 30 tahun, berhasil menempuh tantangan ini dalam satu percobaan. Ia mengaku tidak memiliki keinginan khusus. “Waktu jalan nggak mikir apa‑apa, terus pas udah mau dekat Beringin terasa seperti ada tembok,” ceritanya. Ia bahkan terkejut ketika berhasil menuntaskannya dalam satu percobaan.

Ibu Marsel, yang datang dari Jakarta bersama keluarga, juga merasakan pengalaman serupa. “Saya berhasil tadi, suami juga berhasil. Saya nggak ada keinginan apa‑apa, hanya dilakukan saja,” ucapnya. Sementara Apri, 35 tahun, mengalami kegagalan pada dua percobaan pertama, namun berhasil pada percobaan ketiga. “Pertama belok ke kiri, kedua ke kanan dan terakhir lurus. Jujur awal‑awal ragu banget, tapi pas yang ketiga udah mulai tenang dan enggak mikirin apa‑apa. Eh malah berhasil,” kenangnya.

Masangin dibuka mulai jam 15.00 WIB dan berlangsung hingga tengah malam. Bagi yang berada di Jogja, mencoba atraksi ini menjadi salah satu kegiatan yang tidak boleh dilewatkan.

Masangin tetap menjadi bagian penting dari kehidupan malam Alun‑alun Kidul, menggabungkan unsur budaya, kepercayaan, dan hiburan yang menarik bagi semua kalangan. Dengan biaya yang terjangkau dan pengalaman yang unik, atraksi ini terus memikat wisatawan yang ingin merasakan sensasi menempuh dua beringin dalam kegelapan.

MasanginAlun‑Alun KidulBeringinWisata MalamBudaya KeratonPenutup MataMitos Keinginan

Komentar

Memuat komentar...