Masriah Kembali Ditetapkan Tersangka Setelah Buang Sampah Sidoarjo
Gambar atau konten salah?
Sidoarjo, kota di Jawa Timur, menjadi panggung konflik tetangga yang kembali mencuat di tengah masyarakat. Sejak kejadian viral di mana Masriah menurunkan air kencing dan tinja ke rumah tetangganya, nama itu masih teringat. Kini, Masriah kembali disebut membuang oli dan sampah basi di dekat rumah Wiwi, tetangganya.
Menurut Mas'ud, menantu Wiwi, tumpukan sampah dan oli yang diduga dilemparkan Masriah di dekat rumah keluarganya menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan keluarga serta warga sekitar. “Baunya menyengat, sangat mengganggu. Rumah jadi tidak nyaman ditempati,” ujarnya.
Mas'ud menegaskan bahwa keluarga sudah lama berusaha menahan diri, namun tindakan Masriah terus berulang. Ia berharap ada penanganan tegas dari pihak berwenang agar setidaknya keluarganya bisa hidup tenang. “Kami hanya ingin hidup tenang. Kalau memang melanggar aturan, ya kami berharap ada tindakan tegas,” tambahnya.
Mas'ud menyebutkan aksi ini diduga dilakukan setelah Masriah kembali ke lingkungan rumahnya usai sempat tidak diketahui keberadaannya selama beberapa waktu. Padahal, Masriah pernah dipenjara satu bulan pada 1 Juni 2023 sebagai ganjaran atas perbuatannya. Setelah bebas, Masriah kembali terseret kasus baru karena diduga membuang sampah dan material serta menghalangi renovasi rumah Wiwi. Pada 31 Oktober 2023, Masriah kembali ditetapkan sebagai tersangka.
Setelah Masriah sempat menghilang dan muncul lagi, Wiwi mengaku mengalami gangguan saat melintasi jalan di depan rumah Masriah, yang merupakan akses utama menuju rumahnya. Ia seringkali dikejutkan suara keras atau terkena siraman air saat melintas di rumah Masriah.
“Kadang pagar besinya dipukul benda keras, suaranya keras sekali sampai saya kaget. Pernah waktu lewat depan rumahnya, tiba-tiba ada air kena kepala saya,”
kata Wiwi. Kini, Wiwi memilih menghindari jalan di depan rumah Masriah. Ia kembali berjalan memutar lewat jalan lain yang sempit dan bukan akses umum demi menghindari rumah Masriah. “Saya sekarang lebih baik mengalah, lewat jalan lain saja walaupun sempit. Yang penting aman,” tuturnya.
Masriah pernah menjadi sorotan publik pada 2023 setelah videonya viral karena menyiramkan tinja dan air kencing ke rumah tetangganya. Saat itu ia sempat menjalani hukuman kurungan selama satu bulan. Setelah bebas, Masriah kembali terseret persoalan hukum karena diduga menghalangi renovasi rumah dan membuang material di sekitar rumah Wiwi. Pada Oktober 2023, ia kembali ditetapkan sebagai tersangka.
Namun mangkir dalam persidangan, pihak instansi yang terkait gagal menghadirkan Masriah ke persidangan yang kedua. Bahkan tidak mengetahui keberadaan Masriah, sehingga kasus tipiring itu gagal dalam persidangan.
Kini, dugaan aksi pembuangan oli dan sampah kembali memicu keresahan warga sekitar. Hingga saat ini Masriah belum memberikan respons berkaitan dengan tudingan itu. (irb/dpe)
Situasi ini menunjukkan ketegangan yang terus berlanjut antara dua keluarga di Sidoarjo. Konflik yang berulang kali berujung pada tindakan hukum dan ketidakpastian bagi warga sekitar menambah beban psikologis bagi semua pihak. Tanpa intervensi yang jelas, ketegangan ini berpotensi berlanjut, mempengaruhi kedamaian dan kenyamanan lingkungan yang sudah terjaga sebelumnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
