Masyarakat Aceh Tamiang Rayakan Lebaran di Hunian Sementara
Gambar atau konten salah?
Warga korban bencana di Aceh Tamiang merayakan Idulfitri 1447 Hijriah di hunian sementara yang disebut Huntara. Mereka berharap program pemerintah pascabencana dapat terealisasi.
Berbeda dengan lebaran sebelumnya, kali ini seluruh masyarakat Aceh Tamiang mengadakan perayaan di dalam Huntara. Meski fasilitas terbatas, suasana tetap sederhana. Keluarga berkumpul, saling memaafkan, dan mengunjungi tetangga di sekitar hunian.
“Meskipun suasana dan keadaan berbeda dengan tahun sebelumnya, kami sekeluarga tetap bersyukur bisa berkumpul di Huntara. Meskipun keadaan terbatas tapi kami tetap merayakan dengan semampu kami,” kata Nurita, Sabtu, 21 Maret 2026.
Nurita menjelaskan bahwa ia kini menumpang di rumah anaknya dan menantunya karena rumahnya yang terkena banjir tidak dapat ditinggali. “Sementara tinggal bersama anak dan menantu lah dulu di sini, hunian kami sedang tidak aman untuk ditinggali. Meskipun seperti itu kami bisa tetap berkumpul bersama di momen lebaran,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa rumah lama berada di belakang dan dekat Sukajadi, dekat titi. “Rumah hunian yang ditinggalkan berlokasi di belakang ini. Kalau rumah kami yang terkena bencana banjir berlokasi di Sukajadi dekat titi,” pungkasnya.
Nurita berharap program pemerintah segera selesai. “Semoga pak Prabowo segera menyelesaikan hunian tetap agar bisa kami tinggali lebih nyaman dan kami juga meminta jaminan keamanan di Huntara Aceh Tamiang,” ujarnya.
Walaupun tinggal di hunian sementara, masyarakat tetap merayakan Lebaran dengan kebersamaan, menunggu solusi hunian permanen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
