Mayapada Hospital Tambah Layanan Nuklir: PET‑CT & SPECT‑CT
Gambar atau konten salah?
Di dunia medis, istilah nuklir sering dikaitkan dengan bahaya, namun kenyataannya teknologi ini menjadi alat penting dalam diagnosis dan perawatan penyakit, termasuk kanker. Layanan kedokteran nuklir kini tersedia di beberapa rumah sakit, termasuk Mayapada Hospital Jakarta Selatan, yang menawarkan solusi diagnosis, perencanaan, dan evaluasi terapi dengan standar keselamatan tinggi.
Dr. Lim Andreas, Sp.KN, spesialis kedokteran nuklir di Mayapada Hospital, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang nuklir medis. Ia menjelaskan bahwa “Nuklir yang dimaksud dalam layanan kedokteran nuklir bukanlah bom atau reaktor besar yang merusak, melainkan zat radioaktif atau yang disebut radiofarmaka dengan prinsip menjaga paparan radiasi serendah mungkin, sehingga dokter dapat melihat dan menilai struktur serta fungsi organ untuk diagnosis, perencanaan terapi, evaluasi pengobatan, hingga terapi berbasis target,” kata dr. Lim Andreas, dalam keterangan tertulis, Selasa, 05 Mei 2026.
Menurut dr. Lim, kedokteran nuklir bukan sekadar satu prosedur, melainkan rangkaian layanan terintegrasi. Pertama, layanan diagnosis menggunakan alat canggih seperti PET‑CT Scan dan SPECT‑CT Scan. Alat ini dapat mendeteksi penyakit, menentukan stadium, merencanakan terapi secara presisi, dan memantau respons pengobatan. Kedua, terapi radiofarmaka memanfaatkan zat radioaktif dalam dosis aman untuk menargetkan sel penyakit secara spesifik dan terarah.
“Terapi radiofarmaka memiliki sejumlah keunggulan, seperti bekerja secara terarah dengan presisi tinggi, minim tindakan karena tidak memerlukan pembedahan, terintegrasi dengan teknologi diagnostik PET‑CT Scan dan SPECT‑CT Scan, serta dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien,” ungkap dr. Lim Andreas.
Dr. Lim menambahkan bahwa layanan ini dapat membantu diagnosis dan terapi pada berbagai penyakit. Ia menyebutkan kanker (payudara, paru, tiroid, dan prostat), penyakit jantung, gangguan otak seperti epilepsi dan demensia, kelainan tulang termasuk infeksi dan metastasis, gangguan kelenjar tiroid, kelainan metabolik, serta penyakit yang memerlukan terapi berbasis target.
“Layanan kedokteran nuklir dapat membantu diagnosis dan terapi pada berbagai penyakit, seperti kanker (payudara, paru, tiroid, dan kanker prostat), penyakit jantung untuk melihat aliran darah, gangguan otak seperti epilepsi dan demensia, hingga kelainan tulang termasuk infeksi tulang dan penyebaran kanker tulang (metastasis), gangguan kelenjar tiroid, kelainan metabolik, hingga penyakit yang membutuhkan terapi berbasis target,” lanjutnya.
Manfaat bagi pasien juga signifikan. Dengan menggunakan radiofarmaka, pasien dapat memperoleh diagnosis yang akurat dan pemantauan terapi yang lebih efektif. Dr. Lim menekankan bahwa “Pasien dapat memperoleh hasil diagnosis yang akurat, memberikan gambaran kondisi tubuh secara menyeluruh, memantau respons terapi, serta mendukung pengobatan yang lebih tepat sasaran melalui penggunaan zat radioaktif dalam dosis aman untuk mengendalikan sel penyakit,” tuturnya.
Seiring meningkatnya kasus kanker di Indonesia, layanan kedokteran nuklir menjadi semakin relevan. Mayapada Hospital Jakarta Selatan menambahkan fasilitas Nuclear Medicine and Molecular Imaging, lengkap dengan PET‑CT Scan dan SPECT‑CT Scan yang menggunakan teknologi paparan radiasi rendah. Fasilitas ini dianggap penting bagi pasien yang memerlukan evaluasi berulang, karena dapat meminimalkan risiko jangka panjang.
Fasilitas ini terintegrasi dengan Comprehensive Cancer Care di Mayapada Hospital. Pasien dapat mengakses dukungan tim multidisiplin, Tumor Board, dan Patient Navigator. Untuk memulai, pasien dapat menghubungi call center 150770 atau menggunakan aplikasi MyCare. Informasi layanan juga tersedia melalui fitur Health Articles & Tips serta Personal Health, yang membantu memantau detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
Dengan pendekatan ini, Mayapada Hospital menegaskan komitmennya dalam menyediakan perawatan kanker yang komprehensif dan aman. Layanan kedokteran nuklir di rumah sakit ini tidak hanya menawarkan diagnosis yang lebih akurat, tetapi juga terapi yang lebih terarah dan berpotensi mengurangi risiko komplikasi. Pasien yang memerlukan evaluasi berulang kini memiliki akses ke teknologi yang dapat meminimalkan paparan radiasi, sekaligus meningkatkan efektivitas pengobatan.
Secara keseluruhan, kedokteran nuklir di Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan, dengan fasilitas canggih dan prosedur yang terstandarisasi. Layanan ini menegaskan peran penting teknologi nuklir dalam meningkatkan kualitas diagnosis dan terapi, khususnya bagi pasien kanker dan penyakit kompleks lainnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
