Mayor Laut Purn Marindra Wibowo Meninggal karena Helikopter
Gambar atau konten salah?
Mayor Laut (Purn) Marindra Wibowo meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Bukit Puntak, Sekadau, Kalimantan Barat. Kematian ini menimbulkan duka mendalam di kalangan rekan sejawat di Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal).
Almarhum adalah suami dari Serma APM/W Rena Purnama Dewi A.Md.Kes. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai perwira yang sangat berdedikasi terhadap tugas dan tanggung jawabnya di TNI Angkatan Laut.
Mayor Baron, rekan sejawatnya yang kini menjabat sebagai Koorsmin Danpuspenerbal, mengungkapkan bahwa almarhum pernah berdinas di Puspenerbal Juanda, Surabaya. “Beliau berdinas terakhir sebelum purna tugas di Skuadron 200 Wing Udara 1 Surabaya sebagai Wakil Komandan Skuadron,” kata Baron kepada detikJatim, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Baron, almarhum memiliki loyalitas dan dedikasi luar biasa. “Almarhum memiliki kepribadian yang baik, dekat dengan rekan-rekan, serta tetap aktif dalam kegiatan yang melibatkan para purnawirawan,” tambahnya.
Baron juga mengingat kenangan bersama almarhum saat menjalankan tugas dalam Multilateral Naval Exercise Komodo 2014 di Batam. Mereka terlibat dalam operasi pengamanan udara menggunakan helikopter Bell 412 HU-420. “Dalam satu hari kami bisa terbang hingga lima jam, mulai dini hari hingga malam, selama kurang lebih tiga minggu untuk mengamankan kapal perang yang masuk ke wilayah perairan Indonesia,” kenangnya.
Ia menekankan bahwa selama bertugas bersama, Marindra Wibowo banyak memberikan ilmu, khususnya dalam penerbangan instrumen dan surveillance dari helikopter. “Beliau tidak hanya sebagai pimpinan, tetapi juga mentor yang membagikan banyak ilmu terbang kepada juniornya,” kata Baron.
Kepergian Mayor Purn Marindra Wibowo menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan TNI AL, khususnya komunitas penerbangan angkatan laut yang pernah merasakan dedikasi dan pengabdiannya.
Almarhum meninggalkan warisan profesionalisme dan kepedulian yang akan terus dikenang oleh rekan-rekan dan generasi penerbang berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
