Medan Hadapi 1.000 Pengungsi, Fokus Koordinasi Sosial

Iwan D. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Medan Hadapi 1.000 Pengungsi, Fokus Koordinasi Sosial

Gambar atau konten salah?

1.000 orang pengungsi tercatat tinggal di kota Medan, menurut data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara.

Wali Kota Medan, Rico Waas, menyinggung dampak sosial yang muncul akibat kehadiran pengungsi. Ia menekankan bahwa pernikahan antara warga asing dan WNI menjadi salah satu contoh. “Pemko Medan siap berkoordinasi jika ada opsi-opsi kebijakan lain terkait penanganan dampak sosial ini. Intinya, komunikasi harus tetap terbuka demi kenyamanan warga Medan,” ujarnya pada Selasa, 05 Mei 2026.

Rico menambahkan perlunya koordinasi intensif dengan organisasi internasional seperti IOM (International Organization for Migration) untuk memantau dinamika pengungsi di lapangan. “Karena pernikahan warga asing dengan WNI ini memerlukan penanganan hukum dan administrasi yang tepat,” tambahnya.

Di sisi lain, Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumut menegaskan bahwa Indonesia bukan merupakan negara penerima pengungsi (resettlement), namun masih ada 1.000 pengungsi di Medan. Ia menekankan pentingnya pendataan akurat agar keberadaan orang asing tetap sesuai aturan.

Kehadiran para pengungsi ini bukan bertujuan menetap di negara kita, namun proses transit mereka seringkali menimbulkan dampak sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, perlu pengawasan dan koordinasi yang baik karena keberadaan mereka di tengah masyarakat bisa menimbulkan persoalan sosial jika tidak dikelola dengan tepat, termasuk terkait penempatan di rumah detensi,” kata Kakanwil.

Secara keseluruhan, pemerintah Medan dan pihak imigrasi menekankan pentingnya dialog terbuka dan kerja sama internasional untuk mengelola situasi sosial yang muncul akibat kehadiran pengungsi.

Pengungsi Medan1.000 orangDampak sosialPernikahan warga asingIOMRumah detensi

Komentar

Memuat komentar...