Medan Terapkan Work From Home untuk Hemat Anggaran
Gambar atau konten salah?
Pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) di Pemerintah Kota Medan menjadi langkah pertama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di kota ini. Wali Kota Medan, Rico Waas, menekankan bahwa program ini bertujuan menghemat anggaran melalui pengurangan kebutuhan listrik dan bahan bakar.
“Saya rasa gini, karena arahan dari pemerintah pusat adalah bagaimana menjalankan WFH ini kita membatasi anggaran kita yang sudah ada ini, apa yang bisa dihemat sedikit, contoh misalnya BBM memungkinkan untuk berhemat. Kedua, untuk listrik tentu tidak dipakai. Nah ini yang salah satu yang bisa kita lihat nanti penganggaran ini mungkin bisa lebih kita perketat,” ujar Rico saat diwawancarai di Medan, 10 April 2026.
Rico juga menjelaskan bahwa pelaksanaan WFH akan dievaluasi secara berkala. Setiap perangkat daerah diwajibkan melaporkan pelaksanaan WFH kepada kepala daerah. “Kami tetap kita lihat polanya dan juga skema yang sudah kita buat pada beberapa waktu lalu. Dan rekan-rekan di lapangan juga terus melaporkan apa kondisi-kondisi terkini. Agar nanti kita bisa review juga. Kita bisa evaluasi apa yang nantinya bisa kita perkuat dan kita perbaiki di WFH kita yang perdana ini,” ungkapnya.
Di kantor Wali Kota Medan, suasana terasa lebih sepi dibandingkan biasanya. Parkir sepeda motor yang biasanya padat kini tampak lebih lengang, begitu pula parkir mobil di samping Jalan Kapten Maulana Lubis. ASN tidak terlihat bekerja seperti biasa; hanya petugas kebersihan yang melintas di koridor lantai 1, 2, dan 3. Petugas keamanan di pintu masuk Balai Kota juga berkurang jumlahnya, hanya satu di pintu masuk parkiran sepeda motor dan beberapa di lobi utama.
Pemerintah Kota Medan telah mengeluarkan surat edaran resmi mengenai pelaksanaan WFH. Surat tersebut, bernomor 800.1.6.2/461, ditandatangani oleh Wali Kota Rico Waas dan berisi tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kota Medan. Surat edaran ini mulai berlaku sejak 10 April 2026.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Medan berharap dapat menekan pengeluaran rutin dan menyesuaikan pola kerja ASN dengan tuntutan efisiensi. Program ini juga membuka ruang bagi evaluasi berkelanjutan, sehingga kebijakan WFH dapat ditingkatkan dan disempurnakan sesuai kebutuhan.
Program WFH di Medan menandai awal perubahan budaya kerja di sektor publik, menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dan pengelolaan anggaran yang lebih bijaksana.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
