Medan Turunkan Gizi Buruk Balita, PMT dan UHC Diperkuat
Gambar atau konten salah?
Di Kota Medan, data Dinas Kesehatan (Dinkes) menunjukkan masih ada puluhan balita yang mengalami gizi buruk. Sejak tahun 2021, jumlah anak yang terdaftar di program gizi buruk telah melampaui lima puluh orang setiap tahun.
Berikut rincian jumlah balita gizi buruk per tahun:
2021: 58 balita, 2022: 87 balita, 2023: 94 balita, 2024: 77 balita dan 2025: 62 balita.
Ketua Tim Kerja Gizi dan KIA Dinkes Medan, Novi, menjelaskan bahwa ada beberapa program bantuan bagi balita yang menderita gizi buruk. Saat ini program bantuan untuk balita gizi buruk kota Medan melalui program PMT balita berupa susu PKMK dengan resep dokter spesialis anak untuk gizi buruk, gizi kurang dan stunting. Kemudian program UHC untuk anak bermasalah gizi yang kurang mampu, yakni program yang membantu agar anak segera mendapat bantuan layanan kesehatan gratis dan bila perlu rujukan ke RS, serta program PMT Lokal, yakni pemberian makanan bergizi untuk balita gizi kurang berbasis bahan pangan lokal," ujar Novi.
Program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bertujuan memberi susu PKMK yang diresepkan dokter anak. UHC (Universal Health Coverage) membantu anak kurang mampu mengakses layanan kesehatan gratis dan rujukan ke rumah sakit bila diperlukan. Program PMT Lokal memanfaatkan bahan pangan lokal untuk menambah nutrisi balita.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Novi menekankan pentingnya pengukuran berat dan tinggi badan anak. Yang pertama itu kunjungan posyandu, jadi orang tua wajib membawa anak ke Posyandu secara rutin untuk dilakukan pengukuran berat badan (BB) dan tinggi badan (TB), ungkapnya.
Setelah pengukuran, data BB dan TB dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Jika grafik pertumbuhan tidak naik atau berada di bawah garis merah, kader posyandu akan melaporkannya kepada petugas gizi di Puskesmas.
Petugas gizi Puskesmas kemudian melakukan verifikasi lapangan, yaitu kunjungan rumah, untuk memastikan kelayakan bantuan. Jika anak memang masuk kategori gizi buruk, nama anak tersebut dimasukkan ke dalam daftar penerima manfaat program intervensi gizi di wilayah kerja Puskesmas tersebut.
Upaya pencegahan gizi buruk di Medan dilakukan melalui pendekatan lintas sektor, terutama Gerakan Cegah Stunting. Program ini mencakup pemberian PMT bergizi bagi balita dan ibu hamil, edukasi gizi, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala di puskesmas.
Dengan sistem monitoring yang melibatkan posyandu, KMS, dan verifikasi lapangan, program gizi Medan berusaha memastikan bantuan mencapai anak yang benar-benar membutuhkan. Pendekatan terpadu ini menandai langkah konkret pemerintah kota dalam menurunkan angka gizi buruk di kalangan balita.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
