Medan Utamakan Renovasi 500 Rumah Tidak Layak Huni

Ika P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
Medan Utamakan Renovasi 500 Rumah Tidak Layak Huni

Gambar atau konten salah?

Rico Waas, Wali Kota Medan, mengungkapkan bahwa kota ini memiliki 61.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada 07 Mei 2026, ia menegaskan bahwa pemerintah kota bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi untuk merenovasi 500 RTLH.

Program ini diberi nama Berbenah Kampung dan merupakan bagian dari gerakan gotong‑royong renovasi Rumah Merah Putih yang diprakarsai oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). “Saat ini tercatat ada sekitar 61.000 rumah di Medan yang butuh perhatian. Kehadiran program 500 unit ini adalah langkah awal yang luar biasa,” kata Rico Waas melalui keterangan tertulis.

Rico menekankan dua hal penting agar proyek berjalan tepat sasaran: Legalitas Tanah dan segmentasi wilayah. Ia meminta tim memastikan setiap rumah yang diperbaiki memiliki dokumen hukum lengkap. “Juga segmentasi wilayah yakni dengan mengusulkan pembagian kuota (misal: 100 rumah per daerah) agar dampak perbaikan lebih terasa secara merata termasuk fleksibilitas anggaran,” ungkapnya.

Program ini ditujukan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah. Rico berharap kerja sama ini bersifat fleksibel di lapangan sehingga penyesuaian teknis dapat dilakukan dengan maksimal. “Tentu masyarakat Medan akan sangat bahagia bisa tinggal di rumah yang lebih layak. Kami siap mendukung agar progres di lapangan berjalan lancar tanpa kendala,” tutupnya.

Mujianto, Ketua Tzu Chi Sumatera Utara, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari target perbaikan 5.000 rumah di Indonesia. Ia menambahkan bahwa di Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan menjadi fokus utama saat ini.

Program dirancang untuk menyasar rumah‑rumah dalam satu lingkungan terintegrasi (lokalisasi), sehingga dapat mengubah wajah kawasan kumuh secara signifikan dan berkelanjutan. “Kami mengalokasikan anggaran Rp30 juta per unit untuk perbaikan aspek ‘Aladin’ (Atap, Lantai, dan Dinding),” ujarnya.

Dengan pendekatan ini, pemerintah kota dan Yayasan Tzu Chi berharap dapat meningkatkan kualitas hunian bagi keluarga berpendapatan rendah. Program ini menonjolkan pentingnya kolaborasi lintas sektor, pengelolaan dana yang transparan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses renovasi. Hasilnya, diharapkan tidak hanya rumah menjadi layak, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan kebanggaan warga Medan.

MedanRumah Tidak Layak HuniTzu ChiBerbenah KampungLegalitas TanahDesil 1 Desil 2Rp30 juta per unit

Komentar

Memuat komentar...