Mega Guntara Kembali Ketua PMI Probolinggo, Raih Opini WTP
Gambar atau konten salah?
Probolinggo, 24 Mei 2026 – Pada Musyawarah Kota (Muskot) PMI Kota Probolinggo, Mega Guntara kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PMI periode 2026‑2031.
Peristiwa ini menandai langkah baru bagi organisasi yang telah lama berperan penting di wilayah tersebut. Mega Guntara, yang sebelumnya pernah menjabat, kembali dipercaya untuk memimpin selama lima tahun ke depan.
Salah satu pencapaian yang paling mencuri perhatian peserta Muskot adalah opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diperoleh PMI Kota Probolinggo. Opini ini menunjukkan bahwa tata kelola organisasi dan keuangan berada dalam kondisi baik tanpa adanya ketidaksesuaian.
Yang dilakukan kepengurusan sebelumnya ini luar biasa. Dapat opini WTP itu luar biasa. Tinggal penyempurnaan saja ke depan, ujar Ina Dwi Lestari, Wakil Wali Kota Probolinggo. Ia menilai pencapaian tersebut sebagai prestasi yang luar biasa.
Menurut Mega Guntara, penghargaan ini menjadi bukti komitmen PMI Kota Probolinggo dalam menjaga transparansi keuangan dan pelayanan publik. “PMI Kota Probolinggo khususnya wilayah jajaran timur menjadi yang pertama mendapatkan opini pengendalian tanpa pengecualian. Di Jawa Timur juga kita masuk urutan keenam dari 38 kabupaten/kota yang siap diaudit,” katanya.
Ia menekankan pentingnya transparansi sebagai bagian inti kepemimpinannya. “Transparansi dalam keuangan maupun pelayanan publik harus terus dijaga,” tegasnya.
Selain prestasi tata kelola, PMI Kota Probolinggo juga menerima bantuan alat kesehatan dari PMI Pusat dan Kementerian Kesehatan. Nilai bantuan tersebut mencapai sekitar Rp200 juta dan ditujukan untuk layanan kegawatdaruratan di klinik PMI.
Alhamdulillah klinik PMI Kota Probolinggo mendapat bantuan alat dari PMI Pusat. Ada alat kegawatdaruratan, alat jantung kecil dan beberapa perlengkapan medis lainnya, ujarnya. Ia menambahkan bahwa bantuan ini menjadi kebanggaan tersendiri karena hanya 20 klinik PMI di Indonesia yang menerima serupa.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.
Setelah terpilih kembali, Mega memaparkan sejumlah program prioritas PMI ke depan. Salah satunya adalah pembentukan pos pertolongan pertama di perusahaan-perusahaan dan lingkungan masyarakat.
Saya ingin memberdayakan perawat maupun bidan yang belum memiliki pekerjaan. Mereka bisa bergabung dalam pos pertolongan pertama PMI, jelasnya. Pos tersebut akan berfungsi seperti puskesmas pembantu dengan melibatkan tenaga perawat dan bidan yang belum bekerja tetap.
Program ini telah dikomunikasikan dengan Dinas Kesehatan. Tenaga medis tetap berada di bawah pengawasan klinik resmi melalui sistem Surat Izin Praktik (SIP).
Selain layanan kesehatan dasar, PMI Kota Probolinggo akan memperkuat relawan pendamping pasien di rumah sakit maupun perawatan rumah. “Kami ingin relawan PMI tidak hanya aktif saat bencana, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam pelayanan kemanusiaan sehari‑hari,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mega juga mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat. Menurutnya, kebutuhan darah di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar 950 hingga 1.000 kantong setiap bulan.
Donor darah bukan hanya menyehatkan diri sendiri, tetapi juga membantu keselamatan orang lain, ujarnya. Ia menegaskan bahwa PMI terus berupaya menjaga kestabilan stok darah agar tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan.
Kalau stok mulai kritis kami langsung bergerak mencari pendonor. Tapi kalau terlalu banyak juga tidak baik karena ada biaya pengolahan dan pemusnahan darah, pungkasnya.
Dengan pencapaian WTP, bantuan alat kesehatan, dan rencana pos pertolongan pertama, PMI Kota Probolinggo menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan transparansi, layanan kesehatan, dan kesiapsiagaan masyarakat. Program-program ini diharapkan dapat memperkuat jaringan pelayanan kesehatan dan kesiapsiagaan bencana di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
