Membaca Al‑Kahf di Jumat: Pahala, Perlindungan, Penerangan
Gambar atau konten salah?
Menyalakan lampu hati dengan membaca Al‑Qur’an adalah amalan yang selalu membawa pahala berlipat. Dari semua surat, Surat Al Kahfi memiliki tempat khusus di hati Rasulullah SAW, terutama pada hari Jumat. Surat ini merupakan surat ke‑18 dalam Al‑Qur’an, terdiri dari 110 ayat, dan masuk golongan Makkiyah. Letaknya berada di antara juz ke‑15 dan juz ke‑16, sehingga seringkali menjadi pilihan ketika seseorang ingin menambah ibadah di hari yang penuh berkah.
Berbagai ulama menekankan keistimewaan membaca Surat Al Kahfi pada Jumat. Salah satu sumber yang sering dirujuk adalah buku Memburu Pahala di Hari Jumat karya Abu Anas Hilmy bin Muhammad bin Ismail ar‑Rasyidi. Dari buku tersebut, berikut lima keutamaan yang tercatat dalam hadits sahih.
- Disinari Cahaya di Antara Dua Jumat
Orang yang membaca surat ini akan mendapatkan karunia cahaya dari Allah SWT. Dalam hadits sahih yang diriwayatkan Imam Ad Daruquthni dan Imam Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda:
مَن قَرَأَ سورةَ الكَهفِ يومَ الجُمُعةِ أضاءَ له من النورِ ما بَينَ الجُمُعتينِ
Artinya: “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, niscaya Allah menyinarinya dengan cahaya selama antara dua Jumat.” - Terhindar dari Fitnah Dajjal
Keutamaan yang paling terkenal adalah sebagai pelindung dari fitnah akhir zaman. Rasulullah SAW bersabda:
من قرأ العشر الأواخر من سورة الكهف عُصم
Artinya: “Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir (atau dalam riwayat lain pertama) dari surat Al‑Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR Ibnu Hibban). - Diampuni Dosa Antara Dua Jumat
Berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Umar RA, Allah SWT akan memberikan ampunan dosa di antara dua Jumat bagi pembacanya:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ، سَطَعَ لَهُ نُورٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءِ، يُضِيءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وغُفر لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Artinya: “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, akan dibentangkan baginya cahaya mulai dari bawah telapak kakinya sampai ke langit. Cahaya itu akan memancarkan sinar baginya pada hari kiamat. Dan ia akan mendapatkan ampunan dari Allah di antara dua Jumat.” (HR Abu Bakr bin Mardawaih). - Pengingat Hari Kiamat
Surat Al Kahfi menyajikan deskripsi mendalam mengenai peristiwa kiamat sebagai peringatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh. Gambaran ini tertuang dalam ayat 47 yang berbunyi:
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةًۙ وَّحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًاۚ
Artinya: “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung‑gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” - Terhindar dari Gangguan Setan
Melakukan ibadah ini secara rutin pada Jumat diyakini menjadi benteng diri dari gangguan setan. Dari Abdullah bin Mughaffal, Rasulullah bersabda:
سِبْتٌ مِنْ بَيْنِ سُورَةِ الْكَهْفِ وَسُورَةِ الْبَأْرَةِ فَلاَ يُدْخِلُهَا الشَّيْطَانُ فِي الْمَكْتَبِ
Artinya: “Sebuah rumah yang selalu dibacakan surat Al Kahfi dan surat Al Baqarah maka rumah itu tidak akan dimasuki setan sepanjang malam tersebut.” (HR Ibnu Mardawaih).
Imam Syafi'i juga menegaskan kecintaannya terhadap membaca Surat Al Kahfi pada malam dan siang hari Jumat. Dalam kitab al‑Umm, beliau menulis:
وَأُحِبُّ قِرَاءَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَهَا لِمَا جَاءَ فِيهَا
Artinya: “Dan aku suka membaca surat al‑Kahf pada malam Jumat dan siangnya karena adanya riwayat dalam hal ini.” (Muhammad Idris asy‑Syafi'i, al‑Umm, juz 1, h. 207).
Hubungan Surat Al Kahfi dengan hari kiamat juga dijelaskan oleh Syekh Wahbah az‑Zuhaili dalam Al‑Fiqh al‑Islami wa Adillatuhu. Ia menyinggung bahwa kiamat diprediksi jatuh pada hari Jumat, sebagaimana sabda Nabi:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ
Artinya: “Dan kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR Muslim).
Dengan semua keutamaan ini, membaca Surat Al Kahfi pada hari Jumat menjadi sebuah amalan yang tidak hanya menambah pahala, tetapi juga meneguhkan iman dan melindungi diri dari ujian akhir zaman. Menyempatkan waktu untuk tilawah ini, baik di pagi maupun siang hari, dapat menjadi sarana bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat yang dijanjikan akan datang pada hari Jumat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
