Mencuci Daging Kurban? Risiko Penyakit yang Tidak Diinginkan

Ningsih R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Mencuci Daging Kurban? Risiko Penyakit yang Tidak Diinginkan

Gambar atau konten salah?

Setiap Idul Adha, kebahagiaan datang lewat pembagian hewan kurban. Setelah daging sapi atau kambing dibungkus, kebiasaan pertama yang muncul adalah mencuci daging di wastafel. Tujuannya tampak jelas: hilangkan darah dan kotoran sebelum daging disimpan.

Namun, apakah mencuci daging kurban benar‑benar aman? Bagi yang terbiasa mencuci langsung, informasi medis dan ilmiah berikut ini akan membuat Anda berpikir ulang tentang cara menjaga kesehatan keluarga.

Menurut ahli gizi Universitas Airlangga, daging yang akan disimpan dalam jangka panjang sebaiknya dimasukkan ke freezer dalam keadaan kering. Air yang menembus serat daging justru tidak membunuh bakteri, melainkan mempermudah penyebaran mikroba ke jaringan daging. Akibatnya, kualitas nutrisi menurun dan proses pembusukan berlangsung lebih cepat.

Di lapangan, daging seringkali terbuka di udara. Proses distribusi yang lama dapat mengubah aroma, warna, dan bahkan mencampur daging dengan jeroan atau tulang. Penelitian Wahyu Septiani menunjukkan tingginya risiko terpapar kuman pada hewan kurban. Sesuai pedoman WHO, menjaga kebersihan penting untuk mencegah kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli). Kadar E. coli menunjukkan bahwa daging telah terkontaminasi kotoran sistem pencernaan hewan.

Beberapa faktor memicu kontaminasi: pisau dan alat pemotong tidak bersih, area pemotongan tidak higienis, serta pencampuran area bersih dengan jeroan. Bila daging dibilas, percikan air dapat menyebarkan kuman ke wastafel, piring, atau alat masak lainnya, menyebabkan kontaminasi silang.

Peraturan pemerintah dan Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 sudah mengatur pemotongan hewan kurban. Aturan tersebut mencakup lokasi pemotongan, kesehatan hewan, dan pemisahan limbah. Namun, tanggung jawab menjaga kebersihan di dapur sepenuhnya ada di tangan konsumen akhir.

Bagaimana cara membersihkan daging dengan aman? Meskipun daging rentan terpapar debu, pasir, atau darah, sebaiknya bilas cepat sebelum dimasak. Setelah dibilas, masak daging pada suhu tinggi agar semua kuman mati. Namun, bila daging akan disimpan, hindari mencuci sebelum dimasukkan ke freezer.

Berikut beberapa langkah higienis untuk menyimpan daging kurban agar tetap segar dan aman dalam jangka waktu lama:

  • Jangan biarkan paket kurban terkena air. Gunakan tisu dapur bersih untuk mengelap bulu atau kotoran.
  • Potong daging menjadi bagian kecil. Ini memudahkan pengambilan porsi harian tanpa mengganggu sisa persediaan.
  • Jangan campur daging dengan jeroan. Jeroan memiliki tingkat bakteri lebih tinggi dan dapat merusak kualitas daging.
  • Gunakan wadah plastik tertutup rapat. Tempelkan potongan daging dalam tas plastik makanan atau wadah plastik.
  • Segera masukkan ke freezer. Suhu rendah menghentikan aktivitas mikroba.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, risiko pertumbuhan bakteri E. coli dan mikroorganisme berbahaya lainnya dapat diminimalkan. Kesalahan kecil, seperti membiarkan daging lembap sebelum dimasukkan ke freezer, memberi peluang bagi bakteri berkembang biak.

Selain itu, penting untuk mengetahui bahwa proses penyembelihan dan distribusi daging kurban memerlukan perhatian ekstra. Daging yang terbuka di udara dapat terkontaminasi oleh debu, pasir, atau sisa darah. Oleh karena itu, bilas cepat sebelum dimasak sangat dianjurkan, namun bila akan disimpan, hindari mencuci terlebih dahulu.

Praktik mencuci daging kurban sebelum disimpan seringkali dianggap aman, namun fakta ilmiah menunjukkan sebaliknya. Air yang menembus serat daging tidak membunuh bakteri, melainkan memudahkan penyebarannya. Ini dapat mempercepat pembusukan dan menurunkan kualitas nutrisi.

Di sisi lain, mencuci daging sebelum dimasak dapat membantu menghilangkan kotoran yang terlihat. Namun, setelah bilas, pastikan daging dimasak pada suhu tinggi agar semua kuman mati. Proses memasak pada suhu tinggi juga membantu memastikan daging aman untuk dikonsumsi.

Peraturan Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 sudah mengatur pemotongan hewan kurban. Namun, konsumen akhir tetap harus menjaga kebersihan di dapur. Hal ini meliputi penggunaan pisau dan alat pemotong yang bersih, area pemotongan yang higienis, serta pemisahan daging bersih dari jeroan.

Dalam praktik sehari‑hari, langkah-langkah sederhana seperti mengelap bulu hewan dengan tisu bersih, memotong daging menjadi potongan kecil, dan menyimpannya di wadah plastik tertutup rapat dapat membuat perbedaan besar. Setelah itu, segera masukkan ke freezer untuk menghentikan aktivitas mikroba.

Dengan memahami prinsip-prinsip kebersihan dan penyimpanan yang tepat, keluarga dapat menikmati daging kurban yang aman dan tetap segar. Praktik sederhana ini tidak hanya melindungi kesehatan keluarga, tetapi juga mematuhi pedoman kesehatan nasional dan internasional.

Kesimpulannya, mencuci daging kurban sebelum disimpan tidak dianjurkan karena dapat memicu pertumbuhan bakteri. Namun, bilas cepat sebelum dimasak tetap disarankan. Menyimpan daging dalam kondisi kering dan segera di-freezer adalah cara terbaik menjaga kualitas dan keamanan daging kurban.

pembekuan daging kurbankontaminasi bakteriE. colipedoman WHOfatwa MUIhigienis pemotonganpemasakan suhu tinggipembekuan cepat

Komentar

Memuat komentar...