Meningitis Tewari Mahasiswi Kent: Club, Selamat Hidup Sekali

Cahyo S. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Meningitis Tewari Mahasiswi Kent: Club, Selamat Hidup Sekali

Gambar atau konten salah?

Annabelle Mackay (21) adalah mahasiswi dari Kent University yang baru saja mengalami infeksi meningitis. Ia mengaku merasa beruntung masih hidup setelah dirawat di rumah sakit.

Mackay percaya ia tertular meningitis saat keluar malam di Club Chemistry di Canterbury pada 5 Maret 2026, atau mungkin di tempat lain pada malam sebelumnya. Awalnya, ia mengira gejala yang dialaminya mirip dengan COVID‑19 dan melakukan tes. Namun, hasilnya negatif.

“Kemudian saya mulai agak linglung, dan saya tidak benar-benar bisa berbicara dengan jelas dan saya juga sangat sensitif terhadap cahaya, jadi saat itulah saya berpikir ada sesuatu yang benar-benar salah,” ujar Mackay, dikutip dari sumber berita.

Gejala kebingungan dan sensitivitas terhadap cahaya memang termasuk tanda meningitis. Selain itu, meningitis dan sepsis dapat menimbulkan demam tinggi, tangan dan kaki dingin, muntah, nyeri otot dan sendi, kulit pucat atau berbintik, ruam, sakit kepala, leher kaku, rasa sangat mengantuk, dan kejang.

Dalam rekaman yang dibagikan ke media, Mackay terlihat memakai penutup mata dan headphone saat dituntun keluar rumah oleh seorang wanita yang memegang lengannya. Ia mengaku sempat kehilangan kemampuan berbicara dan tidak mengingat proses saat dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.

“Saya masih dalam keadaan delirium, dan pada itu saya juga kehilangan penglihatan, yang sangat menakutkan, terutama bagi teman dan keluarga saya,” tambahnya.

“Saya tidak terlalu memperhatikannya karena saya sangat kesakitan di tubuh saya, sehingga saya tidak punya waktu memproses bahwa saya tidak dapat melihat. Tetapi, itu jelas sangat menakutkan bagi keluarga dan teman-teman saya,” lanjut Mackay.

Walaupun begitu, ia merasa bersyukur masih bisa hidup. Fokus utama kini adalah pemulihan agar bisa kembali normal.

Di sisi lain, lebih dari 100 mahasiswa di kampus Kent University menunggu giliran untuk mendapatkan vaksin meningitis. Namun, pada 20 Maret 2026, mereka sempat ditolak.

Direktur kesehatan masyarakat Dewan Kabupaten Kent, Anjan Ghosh, memperingatkan bahwa klaster rumah tangga “sporadis” berpotensi muncul di wilayah lain Inggris.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) sebelumnya melaporkan jumlah kasus terkait wabah ini meningkat menjadi 29, dari sebelumnya 27. Sebanyak 18 kasus telah dikonfirmasi, sementara 11 lainnya dikategorikan sebagai “kasus kemungkinan”, yang semuanya terkait dengan wilayah Kent.

Kasus meningitis ini menyoroti pentingnya kesadaran gejala dan akses cepat ke vaksin, terutama di lingkungan kampus yang padat. Meskipun situasi ini menegangkan, upaya pemantauan dan pencegahan tetap menjadi prioritas bagi otoritas kesehatan setempat.

meningitisAnnabelle MackayUniversitas KentClub Chemistryvaksin meningitisgejalaUKHSA

Komentar

Memuat komentar...