Menteri ESDM Buka Suara Soal Harga Solar Nelayan Rp15 Ribu

Agus P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri ESDM Buka Suara Soal Harga Solar Nelayan Rp15 Ribu

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya angkat bicara mengenai keputusan harga bahan bakar minyak (BBM) solar khusus untuk nelayan yang ditetapkan sebesar Rp 15.000 per liter. Angka ini bukan angka sembarangan. Keputusan itu diambil dalam rapat menteri-menteri bidang ekonomi bersama Presiden Prabowo Subianto di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 13 Juli 2026.

Bahlil, sang menteri, menjelaskan perhitungannya. Harga solar nonsubsidi saat ini berada di angka Rp 18.600 per liter. Artinya, ada selisih Rp 3.600 per liter yang menjadi subsidi untuk para nelayan. Tapi yang menarik, subsidi ini tidak akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Lalu dari mana dananya? Bahlil mengatakan subsidi tersebut akan memakai dana dari BPDPKS, atau Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Lembaga ini kini berganti nama menjadi BPDP, singkatan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit. "Nah kaitannya dengan itu kami segera akan membuat surat keputusan dari ESDM untuk ditindaklanjuti. Nah terkait dengan subsidi tadi Pak Menko dari BP2PKS ya jadi non APBN, kita tidak pakai dana APBN, kita pakai dana dari BPDPKS," ujar Bahlil dalam keterangan yang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 13 Juli 2026.

Langkah selanjutnya, Bahlil akan berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan. Tujuannya jelas: menentukan titik-titik penyaluran BBM khusus ini. Harapannya, bantuan ini benar-benar sampai ke tangan yang berhak. "Kita akan minta titik-titiknya akan ditentukan oleh koordinasikan dengan Menteri Perikanan. Supaya apa? Jangan sampai niat baik pemerintah untuk membantu nelayan tapi kemudian salah lagi dipergunakan. Nah ini yang kita akan jaga supaya implementasinya bisa dilakukan dengan baik," tutur Bahlil.

Intinya, pemerintah ingin memastikan subsidi solar ini tidak salah sasaran. Dengan menggunakan dana dari sektor kelapa sawit, APBN tetap aman. Tapi tantangannya ada di lapangan: bagaimana memastikan nelayan kecil, yang paling membutuhkan, benar-benar menikmati harga Rp 15.000 per liter itu, bukan malah dinikmati oleh pihak lain.

subsidi solar nelayanBPDPKSharga BBM nelayanBahlilESDMAPBNnelayan kecil

Komentar

Memuat komentar...