Menteri Keuangan dan CEO Bank Bahas Risiko AI di Washington
Gambar atau konten salah?
Washington, D.C., 11 April 2026 – Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, dan Gubernur Bank Sentral, Jerome Powell, bertemu dengan para CEO bank di kantor Departemen Keuangan. Pertemuan ini terjadi setelah para pemimpin bank menghadiri rapat dewan Financial Services Forum.
Di antara peserta, hadir Brian Moynihan (Bank of America), Jane Fraser (Citigroup), David Solomon (Goldman Sachs), Ted Pick (Morgan Stanley), dan Charlie Scharf (Wells Fargo). CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, menjadi satu-satunya yang tidak hadir.
Agenda utama adalah membahas risiko siber yang mungkin timbul dari model kecerdasan buatan Mythos milik Anthropic. Model ini, yang dikenal sebagai Claude Mythos Preview, diluncurkan secara terbatas karena kekhawatiran bahwa kemampuannya dapat dimanfaatkan oleh peretas.
Anthropic telah menjelaskan kepada pejabat senior pemerintah tentang potensi penggunaan model tersebut baik secara ofensif maupun defensif dalam dunia siber. “Bahaya jika ini salah ditangani sudah jelas, tetapi jika kita melakukannya dengan benar, ada peluang nyata untuk menciptakan internet dan dunia yang secara fundamental lebih aman dibanding sebelum adanya kemampuan siber berbasis AI,” tulis Dario Amodei, CEO Anthropic.
JPMorgan Chase merupakan salah satu mitra awal dalam inisiatif keamanan siber yang dikenal sebagai Project Glasswing, bersama perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Google, Microsoft, dan Nvidia.
Di tengah pertemuan tersebut, perhatian pemerintah Donald Trump semakin meningkat. Trump dan Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, secara terbuka mengkritik Anthropic karena membatasi penggunaan teknologi AI mereka dalam konteks perang. Trump bahkan memerintahkan lembaga federal untuk menghentikan penggunaan platform milik perusahaan tersebut.
Meski begitu, Departemen Pertahanan AS dilaporkan tetap menggunakan model Claude selama konflik dengan Iran berlangsung.
Pertemuan mendadak ini menegaskan bahwa kemampuan AI canggih menjadi fokus utama bagi otoritas keuangan AS, mengingat potensi dampaknya terhadap fondasi sistem keuangan. Keputusan untuk membatasi atau memanfaatkan teknologi ini akan mempengaruhi keamanan siber dan stabilitas ekonomi di masa depan.
Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah dan sektor swasta berusaha menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan sistem keuangan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kebijakan keamanan siber harus terus diperbarui seiring kemajuan AI.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
5 Pejabat Perempuan Surabaya Digeser karena Tak Dapat Restu Suami
Pramono Resmikan RS Mayapada, Target Pasien Berhenti Berobat ke Luar Negeri
5 Restoran Legendaris Gondangdia untuk Makan Siang
Prancis Kandidat Terkuat Juara Piala Dunia 2026 Versi Opta
Prancis vs Maroko: Ulangan Semifinal 2022
Telkomsel dan SiCepat Luncurkan Paket Data Khusus Kurir
SpaceX Hancurkan 260 Satelit Starlink dalam Enam Bulan
Mendikti: Jangan Takut Pulang ke Indonesia
Bocah 10 Tahun di Sukabumi Kecanduan Hirup Bensin
