Menteri Keuangan Purbaya: IHSG Turun, Saatnya Beli Saham
Gambar atau konten salah?
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, mengungkapkan bahwa ia tidak terlalu khawatir ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah cukup dalam. Menurutnya, penurunan ini menjadi peluang bagi investor untuk masuk dan membeli saham.
Ia menekankan bahwa saat ini banyak saham yang harganya murah. Purbaya mengajak para investor agar tidak takut membeli saham di pasar bursa efek Indonesia.
"Jadi, teman‑teman nggak usah khawatir, investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut serok ke bawah sekarang. Kalau saya lihat teknikalnya, sehari dua hari udah balik. Jadi, jangan lupa beli saham," kata Purbaya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin, 18 Mei 2026.
Purbaya meyakini bahwa kelemahan IHSG disebabkan oleh sentimen jangka pendek saja. Ia menilai bahwa kondisi perekonomian memiliki pondasi yang sangat bagus untuk tumbuh di masa depan.
"Kan pondasi ekonominya kan bagus, itu masalah sentimen jangka pendek aja. Jadi, saya akan fokus jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu," beber Purbaya.
Ia menambahkan bahwa ekonomi masih tumbuh kencang dan belum mengalami resesi, sehingga masih ada ruang untuk memperbaiki semua.
"Kita kan sekarang belum resesi. Ekonomi masih tumbuh kencang, jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," tegas Purbaya.
Dengan demikian, Purbaya menegaskan bahwa pasar saham masih menawarkan peluang bagi investor yang bersedia mengambil risiko dalam jangka pendek.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
