Menteri Tegur Pegawai di Lokasi Sekolah Rakyat Nganjuk
Gambar atau konten salah?
Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, tiba di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk pada 11 April 2024 pukul 11.30 WIB. Ia mengenakan sarung dan langsung menegur seorang pegawai Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) bernama A Akhbar.
“Itu alasan bodoh. Nggak boleh kamu bicara seperti itu. Begitu pekerjaan ini kamu terima, itu tanggung jawabmu. Alasan bodoh itu, benar-benar bodoh itu,” kata Dody kepada A Akhbar. Nada bicara Menteri tinggi, ia menunjuk wajah bawahannya berulang kali. Ia menyinggung komitmen dan kesanggupan pegawai tersebut, menegaskan bahwa bila tidak sanggup mengerjakan, seharusnya sejak awal mengaku.
“Itu tanggung jawabmu. Kalau kamu memang nggak sanggup Juni, ya bilang nggak sanggup,” tambah Dody. A Akhbar hanya bisa diam, menanggapi dengan wajah tegang dan sesekali mengangguk, “Baik Pak.”
Setelah marah, Dody bergegas keluar dan masuk ke mobil. Ia tidak meninjau lokasi lebih lama dari lima menit sebelum meninggalkan proyek. Tidak diketahui pasti apa yang memicu kemarahannya, namun dugaan terkait progres pembangunan yang tidak sesuai target.
Proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Nganjuk dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan Kementerian Sosial. Biayanya bersumber dari APBN 2026 dengan nilai total Rp 911 miliar untuk pembangunan di Nganjuk, Ngawi, Madiun, dan Pacitan. Kontraktor utama proyek ini adalah PT Brantas Abipraya.
Inisiatif pembangunan sekolah ini merupakan bagian dari program nasional untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan di daerah. Keterlambatan progres sering menjadi sumber ketegangan antara pejabat dan tenaga kerja.
Insiden ini menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan proyek pemerintah, serta perlunya transparansi dalam pelaporan kemajuan agar tujuan pembangunan dapat tercapai tepat waktu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
