Mie Instan Tinggi Natrium: Ancaman Tekanan Darah Tinggi
Gambar atau konten salah?
Video seorang pria berusia dua puluhan yang mengaku sering menjalani perawatan cuci darah karena kebiasaannya mengonsumsi mi instan baru-baru ini menjadi viral. Video tersebut menimbulkan pertanyaan: apakah konsumsi mi instan memang dapat menyebabkan gagal ginjal?
Menurut Jurnal Universitas Ngudi Waluyo, mi instan dapat memicu peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung lama dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal, jantung, dan otak. Studi tersebut menuliskan:
"Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastoliknya di atas 90 mmHg (Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung (penyakit jantung koroner) dan otak (menyebabkan stroke) bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai. Faktor risiko hipertensi yakni makan makanan instan seperti mie instan,"
World Health Organization (WHO) menyatakan batasan konsumsi garam sebesar 2 gram natrium per hari. Namun kandungan natrium pada satu paket mi instan berkisar antara 1095 hingga 1308 mg. Sementara itu, FAO merekomendasikan asupan garam setara 5 gram per hari. Survei produk supermarket menunjukkan rata-rata natrium mi instan sekitar 1256 mg per paket.
Natrium berperan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Penelitian yang dilakukan Tan pada tahun 2019, yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul "salt content of instant noodle in Malaysia", menunjukkan bahwa bumbu mi instan mengandung sekitar 62,1% garam, dan mie itu sendiri mengandung 61,7% garam.
Penggunaan garam berlebih dapat menyebabkan pembuluh darah di ginjal menyempit, sehingga aliran darah terhambat. Ginjal merespons dengan memproduksi hormon renin dan angiotensin, yang berusaha meningkatkan tekanan darah agar aliran darah tetap mengalir. Penelitian tersebut menuliskan:
"Konsumsi garam berlebih membuat pembuluh darah pada ginjal menyempit dan menahan aliran darah. Ginjal memproduksi hormone rennin dan angiostenin agar pembuluh darah utama mengeluarkan tekanan darah yang besar sehingga pembuluh darah pada ginjal bisa mengalirkan darah seperti biasanya,"
Selain natrium dari garam biasa, mi instan juga mengandung MSG (monosodium glutamat). Kandungan sodium dalam MSG dapat memicu hipertensi. MSG dapat menyebabkan retensi cairan, yang merangsang kelenjar ginjal melepaskan hormon adrenalin. Hormon ini memacu jantung berdetak lebih cepat dan kuat, sehingga tekanan darah meningkat. Studi tersebut menyatakan:
"Kandungan Sodium dalam MSG merupakan salah satu faktor yang dapat memicu hipertensi, dikarenakan sodium juga dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh dapat merangsang kelenjar anak ginjal melepaskan hormon adrenalin dan memacu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat sehingga tekanan darah akan meningkat,"
Video tersebut menyoroti risiko kesehatan yang dapat timbul dari kebiasaan mengonsumsi mi instan secara berlebihan. Meskipun tidak ada bukti langsung bahwa mi instan menyebabkan gagal ginjal, data tentang peningkatan tekanan darah, kandungan natrium tinggi, dan peran MSG menunjukkan potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Menjaga asupan garam dan MSG tetap dalam batasan yang disarankan oleh WHO dapat membantu mengurangi risiko hipertensi dan komplikasi terkait. 18 Mei 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
