Minocycline Cepat Ciptakan Hiperpigmentasi pada Wanita 68 Tahun

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Minocycline Cepat Ciptakan Hiperpigmentasi pada Wanita 68 Tahun

Gambar atau konten salah?

Kasus medis langka menimpa seorang wanita berusia 68 tahun di Amerika Serikat. Pada 01 April 2026 sebuah publikasi di New England Journal of Medicine mengangkat reaksi tubuh yang tidak biasa setelah penggunaan antibiotik.

Wanita tersebut didiagnosis dengan rosacea, peradangan kronis pada wajah yang menimbulkan kemerahan dan bintil mirip jerawat. Untuk mengatasi gejala tersebut, dokter meresepkan Minosiklin dosis 100 miligram per hari. Minosiklin dipilih karena sifat antiinflamasi yang kuat, sehingga biasanya efektif dalam menurunkan peradangan pada kulit.

Namun, dalam dua minggu rutin minum obat, muncul bercak gelap di kulit. Setelah enam minggu, bercak tersebut menyebar ke lengan dan kaki. Warna bercak bervariasi, mulai biru tua keunguan hingga hitam pekat. Pemeriksaan fisik menemukan hiperpigmentasi biru-abu-abu di tulang kering, lengan bawah, dan sisi samping lidah.

Menurut Aarti Maharaj dari University of Florida, pasien didiagnosis Hiperpigmentasi Terinduksi Minosiklin Tipe II. Kondisi ini ditandai oleh perubahan warna biru-abu-abu pada kulit normal di area luar lengan dan kaki.

“Kondisi ini biasanya baru berkembang setelah berbulan-bulan menjalani pengobatan (jangka panjang), namun dalam kasus yang jarang terjadi, bisa muncul dalam durasi pengobatan yang sangat singkat,” menyatakan laporan tersebut.

Secara ilmiah, metabolit minosiklin mengikat zat besi dalam tubuh, menumpuk di sel imun kulit. Selain itu, obat memicu sel penghasil melanin menjadi terlalu aktif, menghasilkan gumpalan pigmen gelap yang menempel pada jaringan kulit. Proses ini terjadi dalam waktu singkat, berbeda dengan reaksi yang biasanya memerlukan berbulan-bulan pengobatan.

Setelah menilai kondisi, tim medis segera menghentikan konsumsi Minosiklin. Pasien juga disarankan menghindari sinar matahari, karena ultraviolet dapat memperparah pigmen gelap. Saran ini penting karena paparan sinar UV dapat meningkatkan produksi melanin, memperburuk hiperpigmentasi.

Evaluasi setengah tahun setelah penghentian obat menunjukkan bercak hitam-biru mulai memudar, namun bekasnya tetap jelas. Dunia medis mencatat bahwa pigmentasi gelap memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk hilang sepenuhnya. Pada beberapa kasus, perubahan warna kulit bersifat permanen.

Kasus ini menyoroti pentingnya pemantauan efek samping obat, terutama ketika reaksi muncul lebih cepat dari biasanya. Meskipun minosiklin efektif dalam mengobati rosacea, potensi hiperpigmentasi harus dipertimbangkan, terutama pada pasien dengan kulit lebih gelap atau riwayat pigmentasi.

Reaksi hiperpigmentasi yang cepat dan meluas menambah daftar peringatan bagi dokter dan pasien. Kejadian ini mengingatkan bahwa efek samping obat dapat muncul dalam jangka waktu singkat, menuntut kewaspadaan dalam pengobatan jangka pendek maupun panjang.

Kesimpulannya, reaksi hiperpigmentasi yang cepat dan meluas menambah daftar peringatan bagi dokter dan pasien. Kejadian ini mengingatkan bahwa efek samping obat dapat muncul dalam jangka waktu singkat, menuntut kewaspadaan dalam pengobatan jangka pendek maupun panjang.

Hiperpigmentasi Minosiklinrosaceaantibiotikefek samping obatpigmentasi gelapNew England Journal of Medicinepengawasan medis

Komentar

Memuat komentar...