Monyet Ekor Panjang Bergulir di Kota Malang, Pencarian Berakhir
Gambar atau konten salah?
Monyet ekor panjang telah berkeliaran di Kota Malang, menembus berbagai wilayah penduduk. Pada akhir bulan Mei 2026, satwa ini muncul di Dinoyo, Jalan Puncak Borobudur di Kelurahan Mojolangu, dan kemudian di SD Negeri Tlogomas 2 di Jalan Raya Tlogomas. Pada 21 Mei 2026, monyet tersebut kembali terlihat di lingkungan sekolah tersebut, lalu pada 22 Mei 2026 muncul di depan rumah warga di Jalan MT Hariyono Gang VI, Kecamatan Lowokwaru.
Warga setempat melaporkan bahwa monyet itu sempat memakan pisang di MBG sebelum kabur. Beberapa rekaman video diambil oleh warga dan diunggah ke media sosial, menampilkan monyet dengan ukuran yang sama di berbagai lokasi. Saat penelusuran di lokasi, tidak ditemukan monyet lagi, namun seorang warga bernama Agus mengaku sebelumnya melihatnya berkeliaran pagi tadi.
“Sudah gak kelihatan lagi, pagi tadi sempat berkeliaran,” ujar Agus ketika ditemui di tempat kejadian.
Menurut Rosek Nursahid dari Ecolog Profauna Indonesia, keberadaan monyet ekor panjang di pemukiman warga dapat menimbulkan risiko. Ia menilai satwa tersebut memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan cenderung agresif, terutama terhadap anak-anak. “Monyet ekor panjang cukup membahayakan terutama bagi anak-anak, karena dia agresif,” tegasnya.
Rosek juga menyatakan bahwa monyet ini kemungkinan tidak berasal dari alam liar, melainkan pernah dipelihara oleh warga. “Yang jadi pertanyaan, apakah itu memang lepas atau dilepas. Memelihara satwa ini cukup berisiko jika semakin besar akan agresif dan membahayakan,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya pelaporan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar dapat dilakukan penanganan cepat.
“Warga bisa lapor ke BKSDA, agar bisa dilakukan penanganan dengan segera. Karena membahayakan,” tambah Rosek.
Kasus ini menyoroti tantangan pengelolaan satwa yang mungkin pernah dipelihara sebagai hewan peliharaan. Kejadian ini juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya melaporkan hewan liar yang muncul di lingkungan mereka, guna memastikan keselamatan dan kesehatan publik serta perlindungan satwa yang sesuai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
