Monyet Liar Kehadiran Mengganggu Madrasah di Pasuruan
Gambar atau konten salah?
Monyet liar yang biasanya hidup di hutan mangrove muncul di lingkungan Madrasah Aliyah Tarbiyatus Salafiyah di Jalan Hang Tuah Gang 7, Kelurahan Tambakan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Kejadian ini mengganggu proses belajar mengajar selama tiga hari terakhir.
Para pelajar terlihat geger ketika monyet tersebut tiba‑tiba melintas di lorong sekolah. Beberapa siswa bahkan berlari keluar dari kelas karena takut hewan itu masuk ke dalam ruang belajar atau menyerang warga sekolah.
Guru Nur Khasanah menjelaskan bahwa monyet itu sudah muncul beberapa hari sebelumnya. “Sebelumnya, hewan itu hanya terlihat berada di atas pohon. Namun, monyet tersebut tiba‑tiba berada di area tangga sekolah dan mondar‑mandir sambil mencari makanan,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kalau kemarin memang sudah ada, tapi hanya di pohon saja. Hari ini turun ke area sekolah.”
Perilaku satwa liar memang sulit diprediksi. Guru-guru khawatir bahwa monyet bisa menimbulkan bahaya bagi siswa jika merasa terganggu. Ketakutan ini semakin terasa saat jam pulang sekolah. Banyak siswa memilih berlarian meninggalkan lokasi karena takut hewan tersebut mendekat.
“Anak‑anak banyak yang kabur karena takut,” kata Khasanah. Ia juga menyebutkan bahwa monyet tersebut berasal dari kawasan hutan mangrove di Kelurahan Tambakan, yang tidak jauh dari sekolah. “Dari hutan mangrove itu, kan dekat dengan sekolah ini,” pungkasnya.
Keberadaan monyet liar di lingkungan sekolah membuat warga sekitar waspada. Sekolah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan semua pihak.
Kesimpulan: Monyet liar yang berasal dari hutan mangrove Kelurahan Tambakan telah mengganggu kegiatan belajar di Madrasah Aliyah Tarbiyatus Salafiyah. Kejadian ini menimbulkan ketakutan di kalangan siswa dan guru, serta menegaskan perlunya pengawasan bersama antara sekolah dan masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
