Motayok Tradisi Pengobatan Bolaang Mongondow: Terancam Hilang

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Motayok Tradisi Pengobatan Bolaang Mongondow: Terancam Hilang

Gambar atau konten salah?

Motayok adalah tradisi pengobatan turun‑turun di masyarakat Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Ritual ini berupa tarian yang dilakukan oleh bolian untuk menyembuhkan orang sakit dengan bantuan roh leluhur melalui bolian.

Selama motayok, bolian menari diiringi musik gimbal (gendang) dan golantong (gong). Mereka didampingi oleh seorang mokokapoi yang memanggil roh, serta dua monenden yang menyanyi. Proses ini dimulai dengan penyiapan bahan‑bahan makanan untuk sesajen. Sesajen meliputi ayam kampung utuh yang dimasak dengan rempah‑rempah, telur ayam, beras ketan yang dibungkus daun woka, dan beras yang dibungkus daun nasi; semua dimasak dalam bambu. Semua bahan sesajen dibungkus dalam empat daun woka berukuran besar. Bahan tambahan berupa buah pinang dan rempah‑rempah daun ditempatkan dalam wadah anyaman.

Setelah sesajen siap, musik gimbal dan golantong dimainkan, kemenyan dibakar, dan mokokapoi mulai memanggil roh leluhur. Bolian mulai menari, sementara mantra‑mantra penyembuhan dinyanyikan oleh bolian dan dua monenden. Ritual ini dulunya berlangsung selama tiga hari tiga malam. Hari terakhir disebut tabangan atau penutup, di mana roh leluhur keluar dari bolian dan kembali ke alam asal.

Berikut tiga jenis penyakit yang dapat diobati melalui motayok:

  • takit kon bonu baloy – penyakit yang didapat di rumah
  • takit kon dalan – penyakit yang didapat di perjalanan
  • takit kon kayuon – penyakit yang didapat di hutan

Seiring berjalannya waktu, tradisi motayok menjadi semakin jarang diketahui oleh generasi muda. Sistem pengobatan modern yang semakin maju membuat masyarakat menganggap tradisi ini hanyalah takhayul dan mitos. Namun, para wisatawan masih dapat menyaksikan motayok di Desa Tudu Aog, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Penulis: Hari Suroto, bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.

Tradisi ini masih hidup di beberapa desa, namun perlahan tergerus oleh modernitas. Pelestarian upacara ini menjadi penting agar generasi berikutnya tetap mengenal warisan budaya yang kaya akan nilai spiritual dan kesehatan tradisional.

Motayoktradisi pengobatanBolaang Mongondowroh leluhursesajenmusik gimbalkemenyanbolian

Komentar

Memuat komentar...