MRI Seks di Mesin: Ubah Anatomi Wanita

Mira T. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
MRI Seks di Mesin: Ubah Anatomi Wanita

Gambar atau konten salah?

Sebuah eksperimen pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang dilakukan pada tahun 1991 kembali menarik perhatian. Eksperimen ini melibatkan pasangan Ida Sabelis dan Jupp saat berhubungan seks di dalam mesin MRI. Tujuannya adalah untuk melihat secara langsung apa yang terjadi di dalam tubuh saat hubungan seksual.

Ide ini datang dari ilmuwan Belanda, Menko Victor 'Pek' van Andel. Hasil pemindaian MRI yang didapat menjadi yang pertama di dunia. Gambar-gambar ini kemudian dimuat dalam artikel ilmiah di British Medical Journal (BMJ) pada tahun 1999. Hingga kini, studi tersebut masih sering dibaca orang setiap bulannya.

Ida Sabelis baru-baru ini berbagi detail pengalamannya dalam sebuah podcast. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya didorong oleh latar belakangnya sebagai aktivis hak-hak perempuan. Tujuannya adalah membantu dunia medis memahami tubuh wanita lebih baik.

Ida menceritakan bahwa mereka menggunakan salah satu mesin MRI generasi awal. Proses pemindaian membutuhkan waktu lama. "Ada perintah dari ruang kendali untuk tetap dalam posisi itu selama, entah berapa lama, satu menit. Jadi, dalam hal itu, ini sangat lucu," kenangnya.

Awalnya, mereka berencana menggunakan posisi misionaris. Namun, ukuran mesin MRI membuat posisi tersebut tidak memungkinkan. Ida menggambarkan suasana saat itu. "Jupp dan saya merangkak masuk ke dalam mesin itu dan mulai melakukannya. Itu bukan romantis, lebih seperti tindakan cinta dan pertunjukan," ujarnya. Mereka beruntung tidak mengalami klaustrofobia.

Ketika melihat hasil foto MRI, Ida merasa tercerahkan. "Saat saya melihat foto-foto itu, saya langsung berpikir 'oh, begitulah kita cocok bersama'," katanya. Ia menambahkan bahwa mereka melakukan hubungan dalam posisi berpelukan karena posisi misionaris dirasa kurang menimbulkan gairah.

Penemuan ini mengubah pemahaman lama tentang anatomi. Sebelumnya, vagina sering digambarkan sebagai saluran lurus, bahkan dalam ilustrasi terkenal dari Leonardo da Vinci tahun 1492 yang menunjukkan vagina sebagai silinder lurus. Hasil MRI menunjukkan bahwa penis melengkung mengikuti bentuk tubuh wanita saat ereksi, tanpa menyebabkan rasa sakit pada pria.

Temuan awal ini menjadi dasar penelitian formal yang dilakukan oleh Ida dan Pek van Andel antara tahun 1991 hingga 1999. Studi lanjutan dilakukan dengan sukarelawan berusia di atas 18 tahun dalam posisi misionaris. Para relawan ini memiliki hak untuk menghentikan eksperimen kapan saja.

Makalah penelitian tersebut dipublikasikan pada 24 Desember 1999. Artikel itu kemudian diakui sebagai salah satu 'artikel paling populer sepanjang masa' di BMJ. Bahkan, studi ini mendapat penghargaan khusus saat jurnal tersebut merayakan ulang tahun ke-20 pada tahun 2019.

Ringkasan:

Eksperimen MRI tahun 1991 yang melibatkan Ida Sabelis dan Jupp mengungkap bentuk anatomi vagina wanita yang sebenarnya selama hubungan seksual. Pemindaian tersebut menunjukkan bahwa vagina tidak lurus seperti yang digambarkan sebelumnya. Studi ini, yang dipimpin oleh Ida dan Menko Victor 'Pek' van Andel, dipublikasikan di BMJ tahun 1999 dan masih menjadi rujukan medis penting hingga sekarang.

Eksperimen MRIHubungan SeksualAnatomi WanitaPemindaian MRIBritish Medical JournalIda Sabelis

Komentar

Memuat komentar...