MSCI kritik pasar modal Indonesia: 6 kendala investor asing
Gambar atau konten salah?
MSCI, penyedia indeks saham global, menilai kondisi bursa saham Indonesia dalam laporan berjudul MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang diterbitkan pada 19 Juni 2026. Laporan tersebut menyoroti enam kritik utama terhadap pasar modal Indonesia.
Daftar kritik MSCI:
- Kesetaraan hak bagi investor asing, karena informasi perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia tidak selalu tersedia secara mudah dan lengkap dalam bahasa Inggris.
- Transaksi efek menggunakan valuta asing terbatas, karena belum ada pasar mata uang offshore yang efisien dan masih terdapat pembatasan di pasar valas domestik.
- Investor asing tidak diperbolehkan mengakses fasilitas overdraft.
- Fleksibilitas transfer aset dalam bentuk saham hanya diperkenankan dalam kondisi tertentu.
- Akses peminjaman saham atau stock lending terbatas dengan jangka waktu maksimal 90 hari.
- Pembatasan skema perdagangan short selling.
“Masalah terkait kelayakan investasi masih ada akibat keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga yang wajar. Informasi pasar saham yang terperinci tidak selalu diungkapkan dalam bahasa Inggris,” tulis MSCI dalam laporannya, Jumat (19/6/2026).
“Informasi mengenai pasar tersebut akan tersedia pada 23 Juni 2026, bersamaan dengan pengumuman MSCI 2026 Annual Market Classification Review,” terang MSCI.
Meski terdapat kritik, pasar modal Indonesia masih berada dalam kategori Emerging Market. MSCI akan mengumumkan hasil peninjauan tahunan klasifikasi pasar modal pada 23 Juni 2026.
Kesimpulannya, kritik MSCI menyoroti beberapa kendala yang masih menghambat akses investor asing dan transparansi pasar, meskipun Indonesia tetap berada di kategori Emerging Market.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
