Mudik Tasikmalaya‑Jakarta Terjebak Jalan Persawahan Bersama
Gambar atau konten salah?
Perjalanan pulang mudik dari Tasikmalaya ke Jakarta, yang diharapkan lancar, justru berubah menjadi pengalaman tak terlupakan. Rombongan ini, yang mengikuti petunjuk Google Maps untuk menghindari macet di sekitar Majalengka, malah terjebak di jalur yang sempit dan berliku.
Rute yang disarankan aplikasi membawa mereka masuk ke persawahan, jalan yang hanya cukup lebar satu mobil. Bahkan, kendaraan besar seperti elf nekat masuk jalur tersebut. Situasi menjadi lebih menegangkan ketika harus berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Tanpa pilihan lain, salah satu mobil harus menepi ke area sawah agar kedua kendaraan dapat lewat.
Setelah melewati persawahan, rombongan harus menanjak di kaki gunung. Di atasnya, sebuah jembatan kecil curam menghubungkan dua sisi sungai besar. Frida, yang ikut perjalanan, mengungkapkan, "Kayak naik roller coaster, menegangkan sekaligus bikin panik," ujar Frida. Rasa ketegangan itu terasa di setiap tikungan dan rintangan.
Selanjutnya, mereka memasuki jalan kampung yang berlubang dan tidak rata. Kondisi jalan ini menguji performa kendaraan. Frida menambahkan, "Untungnya mobil dalam kondisi yang masih oke, apalagi baru saja mengganti komponen penting. Sementara itu, di rombongan kami sepertinya dari Jakarta semua melihat pelat nomornya, ada dua mobil Agya mulai mengeluarkan suara berdecit-decit, dan sebuah mobil sedan dengan bodi rendah harus ekstra hati-hati karena jalan yang berlubang," ujarnya.
Meski penuh drama, perjalanan ini tetap menyuguhkan pemandangan alam yang memanjakan mata. Sawah terbentang luas, lanskap pegunungan menambah keindahan, menjadi bonus tak terduga bagi para penumpang.
Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa meski Google Maps memudahkan, tetap perlu kewaspadaan, terutama saat memilih rute alternatif di tengah arus mudik dan balik Lebaran. Keputusan untuk mengikuti petunjuk digital harus disertai pertimbangan situasi nyata di jalan.
Keseluruhan perjalanan ini menegaskan bahwa perjalanan mudik tidak selalu mulus, namun keindahan alam dan ketegangan yang dialami dapat menjadi kenangan berharga bagi semua yang menempuhnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
