Nasabah Emas BSI Melonjak 700%, Tembus 1,3 Juta

Bima J. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Nasabah Emas BSI Melonjak 700%, Tembus 1,3 Juta

Gambar atau konten salah?

Ketidakpastian ekonomi global membuat banyak orang mencari tempat yang aman untuk menyimpan uang. Emas, sebagai aset safe haven, menjadi pilihan utama. Hal ini terlihat dari bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) yang terus menguat.

Hingga Juni 2026, BSI sudah memperdagangkan 8,06 ton emas melalui layanan bullion bank. Jumlah nasabahnya pun tembus lebih dari 1,3 juta orang. Angka ini naik drastis. Sejak awal 2026, jumlah nasabah bullion melonjak 700% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga mendorong pendapatan berbasis biaya (fee-based income/FBI) dari bisnis emas naik 712% secara tahunan.

Angka-angka itu menunjukkan kepercayaan publik terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang semakin besar. Momentum ini menguat sejak BSI menjadi bank emas (bullion bank) pertama di Indonesia. Mereka menghadirkan ekosistem bisnis emas yang terintegrasi. Mulai dari Cicil Emas, Gadai Emas, hingga layanan bullion bank.

Salah satu faktor utama yang mendorong minat masyarakat adalah kemudahan akses. Lewat aplikasi BYOND by BSI, orang sekarang bisa mulai memiliki emas hanya dari Rp50 ribu. Investasi emas jadi lebih inklusif, mudah dijangkau, aman, dan praktis. Nasabah bisa melakukan transaksi jual-beli emas secara real-time selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Kapan pun dan di mana pun. Transformasi digital ini memperluas akses investasi bagi masyarakat dari berbagai kalangan tanpa harus datang ke kantor cabang.

BSI tidak hanya memperkuat layanan digital. Mereka juga terus mengakselerasi penetrasi pasar emas fisik lewat BSI Gold. Saat ini, BSI Gold sudah tersedia di toko emas resmi rekanan BSI yang berada di sentra emas nasional. Kehadiran ini menjadi langkah awal untuk memperluas jaringan distribusi. Ke depannya, BSI Gold diarahkan untuk menjangkau toko-toko emas di berbagai wilayah Indonesia agar semakin mudah diakses masyarakat.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan dan masyarakat yang lebih selektif dalam berinvestasi, emas semakin menjadi pilihan untuk menjaga nilai aset.

"Melalui layanan bullion, kami ingin menghadirkan investasi emas yang semakin mudah, aman, dan terjangkau sehingga masyarakat dapat mulai langkah emasnya dalam membangun aset jangka panjang," ujar Cahyo dalam keterangannya, Rabu (29 Juli 2026).

Menurutnya, pertumbuhan bisnis bullion tidak hanya memperkuat posisi BSI sebagai bank dengan layanan ekosistem emas syariah nasional. Ini juga menjadi sumber pertumbuhan pendapatan berbasis fee yang semakin signifikan bagi perseroan. Layanan bullion melengkapi ekosistem emas BSI yang sebelumnya sudah menghadirkan layanan cicil emas, gadai emas, dan penjualan BSI Emas.

Secara total, outstanding gadai emas mencapai Rp30,5 triliun per Juni 2026. Angka ini tumbuh 80,50%. Lebih lanjut, hingga Juli 2026, kontribusi bisnis emas telah mendorong fee-based income mencapai sekitar Rp2,10 triliun. Jumlah itu tumbuh 100% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BSI optimistis prospek bisnis emas akan terus menguat. Alasannya, kesadaran masyarakat untuk melakukan diversifikasi investasi dan melindungi nilai kekayaan semakin meningkat. Edukasi tentang langkah emas untuk mencapai impian masa depan—seperti keinginan berhaji, memiliki rumah, atau perencanaan keuangan lainnya—juga terus digencarkan. Dengan ekosistem bullion yang semakin lengkap, BSI menargetkan bisnis emas menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama sekaligus memperkuat inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Pertumbuhan bisnis emas BSI ini mencerminkan pergeseran perilaku investasi masyarakat. Di tengah ketidakpastian, emas tidak lagi sekadar perhiasan, tetapi alat untuk menyimpan kekayaan. Kemudahan akses digital dan harga yang terjangkau membuat investasi ini tidak lagi eksklusif untuk kalangan atas. Layanan bullion bank yang terintegrasi dengan cicilan dan gadai emas menciptakan ekosistem lengkap yang mendorong inklusi keuangan syariah.

emasinvestasiBSIbullion banksafe havenekosistem digitalinklusi keuangan syariah

Komentar

Memuat komentar...