Ndhank Surahman Hartono, Mantan Gitaris Stinky, Meninggal
Gambar atau konten salah?
Endang Surahman Hartono, yang lebih dikenal dengan nama panggung Ndhank, mantan gitaris band Stinky, meninggal dunia pada 18 April 2026. Sebelumnya, ia sempat dirawat di rumah sakit di Manado, Sulawesi Utara, setelah mengalami koma. Kabar duka ini segera disebarluaskan oleh Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) melalui akun media sosial resminya.
AKSI mengungkapkan bahwa “Kami segenap keluarga besar AKSI (Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia) mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Ndhank Surahman Hartono,”. Pihaknya juga menambahkan, “Semoga Tuhan Yang Maha Esa melapangkan jalannya, mengampuni segala dosa, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Doa terbaik kami untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga tetap kuat dan ikhlas,”. Pernyataan tersebut diposting pada 19 April 2026.
Di dalam akun Instagram @aksibersatu, AKSI mengenang Ndhank sebagai musisi dan pencipta lagu yang berkontribusi besar bagi industri musik Indonesia. “Ndhank Surahman Hartono, pencipta lagu dan musisi Indonesia, eks gitaris @stinkyband,” tulis mereka. Ia dikenal lewat karya-karya populer bersama Stinky, seperti “Mungkinkah” dan “Jangan Tutup Dirimu”. Lagu-lagu tersebut tetap menjadi bagian penting dalam memori musik generasi 90-an.
Selain bakat musiknya, Ndhank juga aktif memperjuangkan hak cipta bagi para pencipta lagu di Indonesia. “Almarhum juga dikenal sebagai seorang pejuang hak cipta yang berkomitmen dalam memperjuangkan penghargaan terhadap karya serta perlindungan bagi para pencipta lagu di Indonesia,” lanjut AKSI. Ia sering menjadi suara kritis ketika hak royalti tidak diakui secara adil.
Sejak band Stinky didirikan pada tahun 1995, Ndhank menjadi gitaris sekaligus pencipta lagu. Ia pernah mengajukan somasi terkait hak royalti atas lagu “Mungkinkah”, yang menjadi salah satu hits terbesar band tersebut. Kasus tersebut menegaskan komitmennya dalam melindungi hak kekayaan intelektual para musisi.
AKSI menegaskan bahwa Ndhank merupakan bagian dari keluarga besar organisasi yang menjadi ruang perjuangan bagi musisi. “Beliau juga merupakan bagian dari keluarga besar AKSI yang turut menjadi ruang perjuangan dan pengabdian dalam industri musik,” tulis mereka. Akhir pernyataan tersebut dipenuhi doa: “Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.”
Dengan kepergiannya, dunia musik Indonesia kehilangan salah satu pionir yang tidak hanya menciptakan lagu, tetapi juga memperjuangkan hak-hak para pencipta. Warisan musiknya, baik lewat lirik maupun gitar, tetap dikenang oleh generasi yang tumbuh bersama soundtrack era 90-an. Karya-karya Ndhank akan terus menginspirasi, memotivasi, dan menjadi bagian penting dalam sejarah musik tanah air.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
