Nelayan Trenggalek Padu Perahu Kunting di Pesisir Selatan
Gambar atau konten salah?
Di pesisir selatan Watulimo, Trenggalek, sejumlah nelayan bersiap menyalurkan antusiasme mereka dalam lomba balap perahu kunting. Mereka saling menguji ketangkasan dan kecepatan mendayung.
Acara digelar di Pelabuhan Niaga Karanggongso, Trenggalek, pada Rabu (6 Mei 2026). Rangkaian ini menjadi bagian dari perayaan labuh laut, ungkapan syukur atas hasil laut.
Terdapat beberapa kategori: lomba balap perahu manual atau didayung, lomba balap perahu bermesin dan lomba balap miniatur perahu. Setiap kategori menampilkan keunikan teknik dan desain.
Pada lomba dayung, sistem beregu diterapkan. Setiap perahu memuat dua peserta, yang harus bekerja sama penuh dan bersaing dengan kelompok lain.
Saat peluit start terdengar, sorak-sorai penonton pecah. Mereka saling memberi semangat, menandai semangat komunitas yang kuat.
"Hari ini ada lomba balap perahu manual atau didayung, kemudian ada balap perahu bermesin dan balap miniatur perahu," kata Kepala Desa Tasikmadu, Wignyo Handoyo, pada hari itu.
Wignyo menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan labuh laut. Ia juga menjadi ajang silaturahmi dan hiburan bagi nelayan yang biasanya sibuk bekerja.
"Kami berharap dengan acara seperti ini hubungan baik para nelayan terus terjaga dan mereka tetap semangat untuk melaut," imbuhnya. Ia berharap lomba-lomba ini menambah daya tarik wisata di pesisir selatan Trenggalek, khususnya di Desa Tasikmadu.
Salah satu peserta, Darmaji, mengungkapkan kegembiraannya. "Alhamdulillah masuk delapan besar, kuncinya harus cepat saat mendayung dan konsentrasi," ujarnya.
Lomba ini menegaskan kembali pentingnya kebersamaan nelayan dan potensi wisata di wilayah pesisir. Kegiatan seperti ini memberi ruang bagi komunitas untuk bersatu, sekaligus menumbuhkan semangat melaut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
