Nelson Silva dari Portugal Hadiri Semana Santa di Larantuka

Lia N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Nelson Silva dari Portugal Hadiri Semana Santa di Larantuka

Gambar atau konten salah?

Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri. Salah satu pengunjung adalah Nelson Silva, seorang warga Portugal yang menempuh perjalanan jauh untuk menyaksikan perayaan tersebut.

Perayaan ini berlangsung selama tujuh hari, dimulai pada 3 April 2026 dan berakhir pada 5 April 2026. Selama pekan suci, umat Katolik di Larantuka mengadakan prosesi dan ritual yang menandai perjalanan Yesus menuju kematian dan kebangkitan. Nelson, yang berada di tengah prosesi laut, mengungkapkan bahwa sejarah Portugal sangat terkait dengan penyebaran agama Katolik di wilayah ini.

“Orang Portugal sudah berada di Larantuka sejak lama sekali. Karena sejarah Larantuka yang berkaitan dengan orang Portugal dan bagaimana orang Portugis membawa agama Katolik ke sini,” tutur Nelson. Ia menambahkan, “Sebagai orang Portugis, saya tertarik untuk datang dan melihat pekan suci di Larantuka.”

Nelson dan anaknya berangkat dari Timor Leste. Ia berjanji akan mengikuti semua prosesi hingga perayaan Paskah pada 5 April 2026. Ia menyatakan, “Tentu saja sangat menarik untuk berada di sini selama periode Paskah ini.”

Larantuka dikenal sebagai salah satu pusat tradisi Katolik tertua di Indonesia. Tradisi Semana Santa di kota ini unik, tidak ditemukan di daerah lain. Rangkaian acara dimulai pada Rabu Trewa, dilanjutkan dengan Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan berakhir pada Minggu Paskah.

Setahun ini, lebih dari seribu peziarah mendaftar. Banyak warga negara asing turut hadir di prosesi. Mereka mengiringi patung Tuan Ma, Tuan Meninu, dan Tuan Ana menuju Gereja Katedral Renha Rosari Keuskupan Larantuka. Selama perjalanan, peziarah mendaraskan doa dan menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan.

Patung Tuan Ma adalah Bunda Maria, ditemukan di pinggir pantai Larantuka pada tahun 1510. Patung Tuan Ana mewakili Yesus. Sedangkan Tuan Meninu, bayi Yesus, ditemukan sekitar seratus tahun setelah penemuan patung Tuan Ma.

Prosesi laut pada siang hari juga berlangsung meriah. Peziarah terlihat menggenggam Rosario dan berdoa penuh takzim. Malam ini, mereka akan mengelilingi Kota Larantuka sambil mengarak patung Tuan Ma, menandai akhir pekan suci.

Keberagaman peziarah, baik lokal maupun internasional, menegaskan bahwa Semana Santa di Larantuka tetap menjadi perayaan penting bagi umat Katolik. Kehadiran Nelson Silva dan keluarga menambah warna pada tradisi yang telah berlangsung sejak lama, menunjukkan betapa kuatnya hubungan sejarah Portugal dengan kota kecil di Flores Timur.

Semana SantaLarantukaPortugalpeziarahprosesi lautPatung Tuan MaGereja Katedral Renha Rosari

Komentar

Memuat komentar...