NTB Siap Gelar Angkat Besi PON 2028 Pakai GOR

Maya K. · 3 min baca · 4 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
NTB Siap Gelar Angkat Besi PON 2028 Pakai GOR

Gambar atau konten salah?

Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga angkat besi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABSI) NTB telah menyatakan kesiapan mereka.

Keputusan ini diambil setelah sebelumnya cabang angkat besi direncanakan di Nusa Tenggara Timur. Karina De Vega, Ketua Pengprov PABSI NTB, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Pengurus Besar PABSI, serta KONI NTB.

Menindaklanjuti instruksi Pemerintah Pusat agar tidak ada pembangunan lokasi pertandingan baru untuk PON 2028, PABSI NTB telah menyiapkan dua Gedung Olahraga (GOR) sebagai alternatif. "Nantinya, kami akan merenovasi agar layak menjadi lokasi berstandar Federasi Angkat Besi Dunia (IWF)," tambah Karina De Vega.

Sebelumnya, KONI Pusat bersama tuan rumah PON XXII/2028, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT) dan NTB, menyetujui konsep daerah penyangga. Jakarta diusulkan menjadi pilihan utama untuk beberapa pertandingan yang memerlukan fasilitas berstandar internasional. Kesepakatan ini dibahas dalam Rapat Kerja pada akhir pekan lalu, yang dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua KONI NTB Mori Hanafi, dan Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi KONI dengan pemerintah pusat, termasuk hasil pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga. Ditegaskan dalam forum itu bahwa PON 2028 tidak akan disertai pembangunan arena baru. Pemerintah meminta tuan rumah memaksimalkan sarana yang sudah ada, didukung anggaran pendapatan dan belanja daerah sesuai ketentuan pemerintah.

Ketua KONI Pusat Marciano Norman menyatakan, kebijakan ini fokus pada pemanfaatan sarana yang ada. "Tidak ada pembangunan lokasi baru di NTT maupun NTB. Langkah ini sejalan dengan arahan Menpora Erick Thohir mengenai efisiensi biaya multievent olahraga, agar tidak meninggalkan infrastruktur terbengkalai pasca-acara," ujarnya.

KONI Pusat bersama NTT dan NTB sepakat melibatkan provinsi lain sebagai daerah penyangga karena adanya keterbatasan fasilitas di kedua wilayah tuan rumah. Jakarta menjadi salah satu opsi. Meskipun demikian, nama resmi ajang tetap PON XXII/2028 NTT-NTB.

Gubernur DKI Jakarta saat itu, Rano Karno, telah menyatakan kesediaan Jakarta menjadi daerah pendukung. Beberapa fasilitas di Jakarta, seperti akuatik, velodrome, arena berkuda (equestrian), hingga lintasan es, diklaim sudah memenuhi standar teknis yang diperlukan.

Rencana pembagian cabor adalah NTT akan menyelenggarakan 21 cabang olahraga. Dari jumlah tersebut, empat cabang akan diselenggarakan bersama NTB. NTB sendiri dijadwalkan mempertandingkan 26 cabang olahraga. Sementara itu, DKI Jakarta diproyeksikan menggelar 14 cabang olahraga sebagai pendukung.

Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menggarisbawahi konsep efisiensi PON 2028 dengan pelibatan Jakarta. Menurutnya, langkah ini diambil agar pelaksanaan PON 2028 tidak terbebani oleh pembangunan lokasi baru yang memerlukan biaya besar. "Langkah ini diambil demi menjaga kualitas pertandingan tanpa harus memaksakan pembangunan infrastruktur baru di daerah," kata Mori Hanafi pada Jumat malam (tanggal tidak disebutkan).

Mori Hanafi menambahkan bahwa NTB, sebagai salah satu tuan rumah, akan menyelenggarakan total 26 cabor. Daftar cabor PON 2028 di wilayah NTB mencakup kategori Olimpiade seperti panahan, atletik, basket, dayung, golf, triathlon, voli pasir, panjat tebing, judo, dan angkat besi.

NTB telah menyiapkan dua lokasi alternatif untuk angkat besi. Keputusan ini dibuat setelah pertemuan antara KONI Pusat, NTT, dan NTB, yang menyepakati efisiensi anggaran melalui pemanfaatan fasilitas eksisting dan dukungan daerah penyangga seperti Jakarta.

PON 2028Angkat BesiNTBNTTVenue AlternatifKONI PusatEfisiensi Pembiayaan

Komentar

Memuat komentar...