OJK Kediri Latih Santri Lirboyo Menangkal Penipuan

Rudi H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
OJK Kediri Latih Santri Lirboyo Menangkal Penipuan

Gambar atau konten salah?

Di Kediri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri memperkuat upaya pencegahan penipuan dengan melatih ribuan santri di Pondok Pesantren Lirboyo. Program ini, yang dinamakan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), diadakan bersamaan dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pelatihan tidak sekadar mengajarkan pengelolaan keuangan, melainkan juga menanamkan kewaspadaan terhadap modus kejahatan finansial. Santri diajak memahami risiko investasi bodong, pinjaman online ilegal, dan penipuan digital yang semakin mengincar kalangan muda.

“Santri punya peran penting sebagai agen perubahan. Melalui program SAKINAH, kami berharap mereka tidak hanya paham keuangan syariah, tapi juga bisa menyebarkan edukasi ini ke masyarakat luas,” ujar Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri.

OJK menegaskan pentingnya mengenali tanda-tanda penipuan. Di antaranya tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat tanpa risiko, penggunaan nama tokoh atau lembaga untuk meyakinkan korban, serta layanan pinjaman online ilegal yang menawarkan pencairan instan tanpa transparansi.

  • Investasi bodong dengan imbal hasil tinggi
  • Pinjaman online ilegal yang menawarkan pencairan instan
  • Penipuan digital yang menargetkan generasi muda
  • Pencurian data pribadi
  • Penyalahgunaan kode OTP

Santri juga dibekali pemahaman tentang ancaman kejahatan siber, seperti pencurian data pribadi dan penyalahgunaan kode OTP. Edukasi ini dianggap penting agar santri tidak mudah terjebak dalam praktik keuangan ilegal.

OJK memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, yang menunjukkan peningkatan literasi keuangan syariah. Meski demikian, tingkat inklusi yang belum optimal masih menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan.

“Tantangan kita adalah menjadikan keuangan syariah sebagai pilihan utama masyarakat. Selain itu, akses yang belum merata dan inovasi produk yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan juga menjadi perhatian,” jelas Ismirani.

Dalam pelatihan, santri diajarkan dasar pengelolaan keuangan, mulai dari menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga pentingnya menabung dan berinvestasi. Bekal ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan finansial sekaligus meminimalkan risiko menjadi korban penipuan.

OJK Kediri berharap para santri dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan literasi keuangan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kejahatan finansial. “Kami ingin mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga bijak dalam mengambil keputusan keuangan,” tambah Ismirani.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, menegaskan pesantren memiliki peran strategis sebagai pilar pembentukan karakter generasi bangsa. Ia menyebut Lirboyo sebagai salah satu pesantren besar dengan santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, seperti Malaysia dan Thailand. Tak sedikit pula alumninya melanjutkan studi ke Timur Tengah, seperti Mesir, Yaman, hingga Maroko.

“Pesantren ini menjadi bagian penting dalam menjaga fondasi bangsa. Santrinya datang dari berbagai daerah, bahkan luar negeri,” ujar KH Kafabihi.

“Di luar sana banyak generasi muda terpapar narkoba, miras, dan pergaulan bebas. Tapi di pesantren, khususnya Lirboyo, lingkungan tetap terjaga. Ini harapan bagi masa depan bangsa,” pungkasnya.

Program SAKINAH menempatkan santri sebagai agen perubahan yang dapat menyebarkan pengetahuan keuangan syariah ke masyarakat luas. Melalui pelatihan ini, OJK Kediri berharap generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam mengelola keuangan dan waspada terhadap berbagai modus penipuan yang terus berkembang.

OJK KediriSantri Cakap Literasi Keuangan SyariahPenipuan FinansialInvestasi BodongPinjaman Online IlegalPenipuan DigitalKewaspadaan Keuangan SyariahPendidikan Pesantren Lirboyo

Komentar

Memuat komentar...