Okto Usulkan Hari Bersepeda Nasional 27 Agustus di Jakarta
Gambar atau konten salah?
Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), baru saja menegaskan kembali usulan penetapan 27 Agustus sebagai Hari Bersepeda Nasional. Usulan ini disampaikan bersamaan dengan peringatan World Bicycle Day yang jatuh pada 3 Juni 2026.
Okto merayakan World Bicycle Day bersama komunitas Bike 2 Work dengan mengelilingi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan, Jakarta, pada hari Rabu, 3 Juni 2026. Acara tersebut dihadiri Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, serta sekitar seratus pesepeda dari berbagai komunitas.
“Hari ini bertepatan dengan World Bicycle Day. Saya bersama-sama teman-teman lama saya, komunitas yang dulu saya bangun ketika lagi seneng-senengnya bersepeda, yaitu Bike 2 Work. Bike 2 Work itu bukan organisasi, tapi sebuah gerakan. Nah ini teman-teman lama yang lebih dari 20 tahun bersama saya, dan hari ini kumpul, silaturahmi, sekaligus juga merayakan World Bicycle Day,” ujar Okto.
Di kesempatan tersebut, Okto kembali menyuarakan usulan agar Indonesia memiliki Hari Bersepeda Nasional. Menurutnya, Bike 2 Work telah lama mendorong gagasan tersebut dan berharap pemerintah dapat merealisasikannya.
“Bike 2 Work itu punya inisiatif yang sudah disampaikan oleh Kemenpora tentang hari bersepeda nasional, yang mudah-mudahan bisa ditetapkan tanggal 27 Agustus,” kata Okto.
Okto menjelaskan bahwa tanggal 27 Agustus dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Bike 2 Work, sebuah komunitas pesepeda yang kini telah berkembang luas di berbagai daerah di Indonesia.
Usulan ini tidak sekadar wacana. KOI bersama pihak terkait telah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga. Mantan Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), yang kini bernama Indonesia Cycling Federation (ICF), berharap proses tersebut dapat berlanjut hingga tingkat pengambilan keputusan nasional.
“Kami sudah berkirim suratnya secara resmi. Sebetulnya inisiatif ini sudah lama disampaikan, dari Menpora yang sebelumnya, Dito Ariotedjo. Tapi kemarin kami ingatkan kembali kepada Kemenpora, mudah-mudahan ini inisiatif bisa diteruskan. Karena ini keputusannya harus langsung dari Presiden Prabowo Subianto,” tegas Okto.
Okto menilai bersepeda saat ini tidak lagi sekadar olahraga, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Indonesia. Keberadaan Hari Bersepeda Nasional diharapkan menjadi momentum untuk semakin mendorong budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi ramah lingkungan.
Peringatan World Bicycle Day tahun ini menjadi kesempatan bagi komunitas pesepeda untuk kembali mengkampanyekan pentingnya budaya bersepeda di Indonesia. Dengan mengangkat tema ini, para aktivis berharap pemerintah dapat mengakui dan mendukung inisiatif yang sudah lama diusulkan, sehingga lebih banyak warga dapat merasakan manfaat bersepeda dalam kehidupan sehari‑hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
