Olahraga Ringan Setelah Makan Bisa Turunkan Lonjakan Gula
Gambar atau konten salah?
Setelah makan, tubuh masuk ke fase istirahat dan cerna di mana usus dan otak saling bertukar sinyal. Sinyal ini memengaruhi pencernaan, suasana hati, dan tingkat stres.
Karbohidrat, lemak, dan protein dipecah menjadi glukosa, asam lemak, dan asam amino, lalu masuk ke aliran darah. Proses ini menciptakan periode sensitif bagi sumbu usus‑otak, jalur dua arah yang menghubungkan pencernaan dengan stres dan emosi.
Menurut para ahli, waktu tersebut adalah saat terbaik untuk bergerak. Saat berjalan atau bergerak, otot berkontraksi dan menarik glukosa dari darah ke dalam sel. Proses ini dapat terjadi tanpa insulin, memberi manfaat bagi lansia, penderita resistensi insulin, atau siapa pun yang makan banyak di malam hari ketika kerja insulin berkurang.
Aktivitas fisik menambah jalur bagi tubuh mengelola gula darah, meredam lonjakan gula setelah makan, dan mengurangi beban kerja pankreas.
Kebiasaan ini bila dilakukan dalam jangka panjang, bisa melindungi kesehatan metabolik dan menurunkan risiko diabetes serta penyakit jantung. “Olahraga bisa melewati kelemahan dalam sinyal insulin. Ia membuka jalan bagi glukosa untuk masuk ke dalam sel, bahkan pada orang dengan resistensi insulin,” kata Gerald Shulman, profesor kedokteran di Yale, dikutip pada 12 April 2026.
Bergerak setelah makan juga meningkatkan aliran darah ke organ pencernaan dan mendukung interosepsi, kemampuan otak untuk merasakan kondisi tubuh.
Ilmuwan olahraga dan nutrisi dari George Washington University, Loretta DiPietro, menyarankan tubuh mulai bergerak 30 menit setelah makan, namun manfaatnya sudah muncul sejak mulai bergerak. Penelitian menunjukkan berjalan ringan selama 15 menit dapat mengurangi lonjakan gula setelah makan. Studi tahun 2025 juga mendukung hal ini, menemukan jalan kaki 10 menit langsung setelah makan sama efektifnya dengan jalan kaki 30 menit yang dilakukan lebih lama setelahnya.
“Bahkan tidak perlu sampai berkeringat, yang penting bergerak,” kata Loretta. Kunci dari manfaat ini adalah konsistensi. Untuk efek jangka panjang, kebiasaan bergerak setelah makan perlu dilakukan setiap hari.
Dengan menambahkan gerakan singkat setelah setiap kali makan, tubuh dapat mengatur gula darah lebih baik, mengurangi stres pada pankreas, dan menurunkan risiko penyakit kronis. Praktik sederhana ini menjadi pilihan mudah bagi siapa pun yang ingin menjaga kesehatan metabolik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
