Orang Sulawesi Selatan Minum Oli, Bahaya Kematian Rilis

Lina F. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
Orang Sulawesi Selatan Minum Oli, Bahaya Kematian Rilis

Gambar atau konten salah?

Di Sulawesi Selatan, semakin banyak orang yang mencoba minum oli sebagai cara menambah stamina. Banyak yang mengklaim bahwa minuman ini memberi energi, namun belum ada bukti ilmiah yang mendukung.

Dr. Aru Ariadno, seorang dokter penyakit dalam, menegaskan bahwa oli tidak dirancang untuk dikonsumsi manusia. Menurutnya, oli mengandung bahan kimia berbahaya seperti pewarna, pengawet, dan pelarut yang tidak cocok untuk tubuh. Ia mengingatkan bahwa risiko yang ditimbulkan tidak main‑main dan dapat berujung kematian.

“Risiko bisa menyebabkan kematian, dimulai dari muntah‑muntah, diare, muntah darah sampai mengancam nyawa,” ujarnya.

Oli mengandung zat beracun yang dapat merusak organ vital seperti hati dan ginjal. Dalam kondisi tertentu, paparan ini bahkan dapat berkembang menjadi gagal organ. Selain itu, zat kimia dalam oli juga berpotensi mengganggu sistem saraf, menyebabkan kejang, penurunan kesadaran, hingga koma.

Dr. Aru mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memilih asupan. Ia menyarankan konsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang serta menghindari makanan tidak sehat.

Fenomena ini juga mendapat sorotan dari Dinas Kesehatan Sulsel. Kepala Dinas, Evi Mustikawati Arifin, menyatakan bahwa tren tersebut tidak memiliki dasar kesehatan dan justru berisiko serius bagi tubuh.

“Fenomena minum oli sangat berbahaya dan tidak memiliki manfaat kesehatan sama sekali. Oli mengandung bahan kimia beracun seperti hidrokarbon, logam berat, dan aditif industri yang dapat merusak berbagai organ tubuh,” kata Evi pada hari Minggu, 12 April 2026.

Dalam dunia medis, oli sama sekali tidak layak dikonsumsi. Cairan ini bersifat lipofilik atau tidak bisa larut dalam air, sehingga sulit diproses oleh tubuh. Konsumsi oli dapat memicu keracunan hingga penyakit kronis. Dampak awalnya bisa berupa iritasi lambung yang menyebabkan mual, muntah, nyeri perut, hingga luka dan risiko perdarahan.

Oli juga berbahaya bagi sistem pernapasan. Jika masuk ke saluran napas, risikonya bisa memicu pneumonia aspirasi yang berujung fatal. “Jika oli masuk ke saluran napas bisa menyebabkan pneumonia aspirasi dengan gejala sesak napas, batuk, nyeri dada, bahkan gagal napas,” jelasnya.

Kasus minum oli menyoroti pentingnya edukasi kesehatan masyarakat. Masyarakat harus memahami bahwa bahan yang tampak sederhana namun tidak ditujukan untuk konsumsi dapat menimbulkan risiko serius bagi tubuh. Penyuluhan dan penegakan regulasi menjadi langkah penting untuk menghindari praktik berbahaya ini.

minum olikeracunanpneumonia aspirasibahan kimia berbahayakegagalan organkesehatan masyarakatDinas Kesehatan Sulsel

Komentar

Memuat komentar...