Panen Raya Kedelai Nganjuk: 2 Ton/Ha, Dukungan TNI
Gambar atau konten salah?
14 Mei 2026, Kabupaten Nganjuk menggelar panen raya kedelai pertama di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan. Acara ini berlangsung di lahan seluas 100 hektare dan menandai langkah penting dalam upaya swasembada kedelai.
Hadir di acara tersebut sejumlah pejabat tinggi, mulai Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediyati Hariadi (dikenal sebagai Titik Soeharto), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, serta Muhammad Ali. Kehadiran mereka menegaskan dukungan lintas sektor terhadap program ketahanan pangan nasional.
Panen raya ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang bertujuan mempercepat swasembada kedelai. Di Kecamatan Wilangan, total area tanam kedelai mencapai 400 hektare. Dengan hasil panen di wilayah tersebut menembus di atas 2 ton per hektare, menandai peningkatan produktivitas dibandingkan rata‑rata nasional yang hanya 1,7 ton per hektare.
Dalam sambutannya, Titik Soeharto mengapresiasi peran TNI, khususnya Angkatan Laut, dalam mendampingi petani. Ia menyatakan, “Ini bagus sekali. Mudah‑mudahan kerja sama ini bisa diteruskan. Kita bangsa yang makan tahu tempe setiap hari, tapi kedelainya masih impor. Kebutuhan nasional 2,6 juta ton per tahun, sementara produksi baru sekitar 270 ribu ton. Artinya, 90 persen masih impor.”
Putri, Presiden ke‑2 Republik Indonesia, menekankan pentingnya kolaborasi antara kementerian, TNI, akademisi, petani, dan masyarakat. Menurutnya, “kolaborasi antara kementerian, TNI, akademisi, petani, dan masyarakat harus diperkuat agar target swasembada kedelai bisa segera tercapai.” Ia menilai program di Nganjuk dapat menjadi model percepatan produksi nasional.
Di sisi kebijakan, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah telah mencapai swasembada beras dan jagung, dan kini fokus pada kedelai. Ia menandatangani bantuan benih kedelai untuk 2.000 hektare lahan di Nganjuk serta lima unit hand tractor. Ia berkata, “Insyaallah dengan bantuan TNI, khususnya TNI AL, swasembada kedelai akan terwujud. Saya langsung tanda tangan bantuan benih kedelai untuk 2.000 hektare di Nganjuk, juga lima unit alsintan.”
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyebut kehadiran TNI sebagai penghubung penting antara pemerintah daerah dan kementerian. Ia menambahkan, “Kami berterima kasih kepada Panglima TNI dan TNI AL. Kehadiran TNI menjadi jembatan dengan Kementerian Pertanian. Ini sangat membantu mendongkrak produksi kedelai di Nganjuk.”
Selain panen, acara juga menyertakan bakti kesehatan bagi masyarakat. Sekitar 200 warga menerima layanan pengobatan umum, pemeriksaan gigi, serta cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemerintah menyerahkan bantuan sembako kepada 10 perwakilan kelompok tani sebagai bentuk dukungan langsung.
Secara keseluruhan, panen raya kedelai di Nganjuk menandai langkah konkret menuju ketahanan pangan. Dengan dukungan lintas lembaga dan peningkatan produktivitas, target swasembada kedelai dapat lebih cepat tercapai, mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
