Papua Raih 4 Medali di Kejuaraan Atletik Singapura 2026
Gambar atau konten salah?
86th Singapore Open Track & Field Championships 2026 berlangsung di National Stadium, Singapore Sports Hub pada 15 hingga 17 April 2026. Kontingen Papua Athletics Center (PAC) menorehkan empat medali: satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Prestasi ini menjadi pengalaman berharga bagi atlet-asli Papua.
Medali emas diberikan kepada Vinsensia Awutet Amjaram, 27 tahun, asal Merauke. Pada hari kedua kompetisi, ia menempati podium tertinggi di nomor Lompat Jauh Putri dengan catatan 5,78 meter. Lompatan tersebut menandai puncak performa Vinsensia di ajang internasional.
Untuk dua medali perak, Mergina Asyerem (26) dari Biak meraih posisi kedua di nomor 400m Putri dengan waktu 55,96 detik. Sementara Lina Hisage (18) dari Jayawijaya, Papua Pegunungan, menempati peringkat kedua di nomor Tolak Peluru Putri dengan tolakan sejauh 11,41 meter.
Medali perunggu diraih oleh Kresensia Mobok Ndiken (19) asal Merauke di nomor Lempar Lembing Putri. Ia mencatatkan lemparan 41,15 meter pada kompetisi ini. Medali ini menjadi debut perdananya di kompetisi luar negeri. Kresensia bergabung dengan pembinaan PAC pada 10 Oktober 2025 dan sebelumnya meraih perak (34,88 meter) di Kejurnas Atletik & Indonesia U18 Open Championships 2025. Ia mengungkapkan, “Ini adalah pengalaman pertama saya bertanding di luar negeri, dan saya sangat bersyukur bisa langsung menyumbangkan medali. Pengalaman di Singapura ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berlatih dan memberikan hasil yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar Kresensia dalam keterangan persnya.
Selain raihan medali, Singapura menjadi arena uji taktik dan ketahanan bagi atlet PAC lainnya. Fransisko Adrianto Makaminang (20) asal Boven Digoel tampil konsisten menembus lima besar di dua nomor menengah: peringkat keempat pada 800m Putra (1:53,65) dan kelima pada 1.500m Putra (4:05,13). Semangat pantang menyerah juga terlihat pada Mergina Asyerem, yang bersaing ketat di final 200m Putri dan finis di posisi keempat dengan waktu 24,51 detik.
Di sektor lain, Hendrik Raikerts Dacosta (27) asal Waropen mengunci peringkat kedelapan pada 400m Gawang Putra (56,17 detik). Sprinter muda Benedictus Tsolme (19) dari Mimika memetik jam terbang berharga di nomor 400m Putra dengan catatan 48,89 detik.
Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Umum PB PASI, mengapresiasi pencapaian kontingen PAC dan menyoroti pentingnya eksposur kompetisi internasional bagi atlet dari daerah. Ia berkata, “Raihan empat medali ini menegaskan bahwa potensi atletik Timur Indonesia akan mekar lewat program terstruktur. Jam terbang internasional ini adalah investasi krusial, dan sinergi desentralisasi pembinaan di Mimika antara PB PASI dengan PT Freeport Indonesia kini perlahan menjawab kebutuhan regenerasi atletik nasional,” tegas Luhut.
Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, turut menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh atlet binaan. Ia menegaskan, “Medali yang diraih di Singapura adalah buah dari sistem pembinaan yang disiplin di Papua Athletics Center, bukan sebuah kebetulan. Melihat atlet muda kita mampu mengeksekusi hasil latihan mereka di bawah tekanan internasional memberikan keyakinan ekstra bagi kami. PT Freeport Indonesia bersama PB PASI akan terus mengawal cetak biru pembinaan ini, agar jalur prestasi atlet Papua menuju kancah global semakin terbuka lebar,” ungkap Claus.
Papua Athletics Center (PAC) merupakan Pusat Pelatihan Atletik Desentralisasi Mimika yang lahir dari kolaborasi strategis antara PB PASI dan PT Freeport Indonesia. Program ini bertujuan mengembangkan potensi atletik nasional sekaligus membuka akses lebih luas bagi atlet-atlet daerah. PAC menyediakan pelatihan intensif, fasilitas berkualitas, serta pendampingan menyeluruh yang terus dievaluasi demi peningkatan performa berkelanjutan.
Keberhasilan atlet PAC di Singapura menegaskan bahwa sistem pembinaan yang terstruktur dan dukungan dari mitra industri dapat menghasilkan prestasi di tingkat internasional. Medali yang diraih mencerminkan kerja keras, disiplin, dan eksposur kompetisi yang berharga bagi perkembangan atlet Papua di panggung global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026