Papua Siap Pembangunan Rute Kereta Sentani‑Jayapura
Gambar atau konten salah?
Rencana pembangunan jaringan kereta api di Papua sudah ada sejak lama. Masyarakat Papua telah lama mengharapkan hadirnya moda transportasi kereta, namun kenyataan masih belum merata di seluruh Indonesia. Kereta api, yang sudah menjadi hal biasa di pulau Jawa, masih dianggap langka di Papua.
Menurut Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus, usulan pembangunan kereta api di Papua sudah ada sejak era gubernur sebelumnya. “Kita mengenang pada masa kepemimpinan Gubernur Barnabas Suebu (Kaka Bas) juga pernah memasukkan gagasan tentang kereta api di Tanah Papua sebagai bagian dari rencana program besar pembangunan masa depan Papua. Demikian pula Almarhum Lukas Enembe yang telah meletakkan fondasi penting melalui perjuangan pembangunan Jalan Lintas Papua sebagai tulang punggung konektivitas darat yang membuka akses antar wilayah di Papua,” mengutip Rifai, 19 April 2026.
Oleh karena itu, apa yang dilakukan Gubernur Matius D. Fakhiri hanyalah melanjutkan mimpi besar para pendahulunya. Rencana tersebut sudah disesuaikan dengan kebutuhan zaman, perkembangan teknologi, serta kondisi kekinian di Papua.
Pertemuan antara Gubernur Papua bersama tim pemerintah daerah dengan Direktur Utama KAI beserta jajarannya menjadi awal dari mimpi besar itu. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati langkah awal untuk memulai proses sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku.
Rencana pertama yang akan dilaksanakan adalah membuka rute kereta Sentani-Jayapura. Jika rencana ini berjalan dengan baik, maka yang lahir bukan hanya sarana transportasi baru, tetapi juga konektivitas wilayah yang akan membuka peluang ekonomi, mempercepat mobilitas orang dan barang, serta menandai awal peradaban baru di Tanah Papua, menyatakan Rifai.
Rencana besar pengembangan jaringan rel kereta api nasional ditargetkan hingga tahun 2030. Menurut Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, bentangan rel nasional akan mencapai 12.100 kilometer yang tersebar di lima pulau terbesar di Indonesia pada 2030.
Rincian bentangan rel nasional adalah: Jawa-Bali 6.800 km, Sumatera 2.900 km, Kalimantan 1.400 km, Sulawesi 500 km, dan Papua 500 km.
Selain itu, kebutuhan armada kereta api nasional hingga 2030 mencakup 2.805 lokomotif penumpang, 1.985 lokomotif barang, 27.960 kereta, dan 39.655 gerbong barang.
Dengan target tersebut, pembangunan kereta api di Papua diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar wilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, dan mempercepat mobilitas penduduk serta barang. Rencana ini menandai langkah konkret pemerintah Indonesia menuju jaringan transportasi nasional yang lebih merata dan terintegrasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
205 Kebakaran di Jawa Tengah, 37 di Antaranya Hutan dan Lahan
Wisatawan China Digigit Anjing di Bali, Diduga Rabies
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Tumbuh 5,83%
Paus Bungkuk Mati Usai Dua Kali Dievakuasi di Pantai Perancak
Gunung Merbabu Membeku, Pendaki Waspada
Bupati Klungkung Siap Deportasi Turis Nakal di Nusa Penida
Berita Terbaru
Gubernur Koster Terjunkan Ribuan Mahasiswa ke Desa
Layanan Kontak Bupati Badung Diperluas hingga Desa
Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz, Beralih ke Investasi
Kapal Mati Mesin di Selayar, 40 Penumpang Belum Dievakuasi
5 Contoh Pidato Upacara 17 Agustus 2026
Kerangka di Hutan, Keluarga Yakin Itu Adik Nuryanah
Dedi Mulyadi Jadi Kakek, Menantu Lahirkan Bayi Perempuan
Dua Siswa Baru, SDN Bedug Tetap Belajar
6 Jabatan Eselon II Jatim Masih Kosong, Proses Seleksi Berjalan
205 Kebakaran di Jawa Tengah, 37 di Antaranya Hutan dan Lahan