Pariwisata Berkelanjutan: Tantangan Akses di Indonesia
Gambar atau konten salah?
Sustainable tourism menawarkan cara untuk menurunkan emisi karbon sekaligus memajukan ekonomi. Aktivitas manusia yang menikmati alam melalui pariwisata memang menciptakan jejak karbon, namun jika dikelola secara berkelanjutan, pendapatan devisa dapat dicapai tanpa menambah dampak lingkungan.
Indonesia dapat mencontoh tata kelola pariwisata yang sudah terbukti di negara lain. Turki, misalnya, mampu mengelola jumlah wisatawan hingga sepuluh kali lipat dari Indonesia sambil tetap menjaga alam dan sejarahnya. Keberhasilan Turki terletak pada koordinasi dan aksesibilitas yang terintegrasi, dua hal yang masih menjadi tantangan di Indonesia.
Di Indonesia, akses menjadi hambatan utama. Taman Nasional Kayan Mentarang di Kalimantan Utara sulit dijangkau karena minimnya integrasi transportasi. Kondisi ini sangat berbeda dengan destinasi pariwisata mapan seperti Taman Nasional Komodo, yang sudah memiliki infrastruktur pendukung.
“Jika akses pariwisata disediakan dengan mudah dan terkoordinasi antarsektor, misalnya antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pariwisata, maka konsep pariwisata berkelanjutan tidak akan menekan kelestarian alam,” ujar Arga Paradita Sutiyono, Project Manager FOLU Net Sink Kementerian Kehutanan, 22 Mei 2026.
“Kita diam saja karbon itu tetap ada. Namun, tantangannya adalah bagaimana kita menciptakan peluang devisa sambil tetap memperbaiki lingkungan. Jika pengelolaan lingkungan buruk, wisatawan pun akan enggan berkunjung. Jadi, intinya adalah koordinasi dan integrasi antar sektor,” pungkas dia.
Kolaborasi multisektor diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan peluang ekonomi tanpa mengabaikan perbaikan lingkungan. Dengan koordinasi yang baik, Indonesia dapat menyeimbangkan pertumbuhan pariwisata dan pelestarian alam.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
