Pasangan Medan Tertangkap Live Streaming Konten Intim

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Pasangan Medan Tertangkap Live Streaming Konten Intim

Gambar atau konten salah?

Pasangan berinisial HNP (26) dan LKP (22) di Medan tertangkap polisi setelah melakukan live streaming hubungan intim lewat aplikasi Tevi di sebuah hotel. Dalam satu sesi, mereka memperoleh hingga Rp 500 ribu.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, pasangan tersebut sudah berpacaran sejak tahun 2023. Ia mengungkapkan bahwa penyelidikan dimulai setelah menerima informasi tentang konten pornografi pada 21 April 2026. Petugas kemudian menelusuri informasi tersebut dan akhirnya menangkap kedua pelaku di hotel di Jalan Ikahi, Kecamatan Medan Selayang, pada 24 April 2026.

Sejauh ini, HNP dan LKP membuat akun di aplikasi Tevi setelah terinspirasi dari konten yang mereka lihat. Mereka mempromosikan akun tersebut melalui media sosial dan meminta penonton membayar untuk menonton. “Akun ini berbayar. Viewer harus berbayar untuk melihat konten atau streaming. Untuk Rp 200 ribu dapat sekitar 200 bintang, dan satu bintang digunakan selama 4 menit,” jelas Adrian.

Setiap penonton yang membeli bintang menjadi “gift” bagi pasangan tersebut. Ketika jumlah gift mencapai target tertentu, mereka mulai melakukan adegan seksual. Pasangan ini menyiapkan hotel selama satu bulan dan melakukan live di tengah malam setiap hari. Perhari mereka dapat memperoleh antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

Menurut Adrian, kedua pelaku sudah hampir setahun melakukan live streaming konten pornografi. Ia menegaskan bahwa hanya kedua orang ini yang terlibat, tidak ada pihak lain yang mempekerjakan. Praktik ini berlangsung sejak tahun 2025 hingga 2026, dengan motif ekonomi sebagai alasan utama.

Akibat perbuatannya, HNP dan LKP dijerat dengan Undang‑Undang Pornografi. Hukuman yang diancam adalah 9 tahun penjara. Polisi menegaskan bahwa tidak ada karyawan lain yang terlibat, hanya pasangan ini yang melakukan tindak pidana.

Kasus ini menyoroti bagaimana platform streaming dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal. Meskipun para pelaku memperoleh keuntungan finansial, mereka menempatkan diri pada risiko hukum yang serius. Kasus ini juga menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap konten yang disiarkan secara online.

Tevilive streamingpornografiMedanpolisipenjarahadiah

Komentar

Memuat komentar...