Pasar Deli Tua Berkembang Organik di Sekitar Stasiun Kereta
Gambar atau konten salah?
Pasar Deli Tua di Kabupaten Deli Serdang bukan hasil perencanaan formal, melainkan buah aktivitas warga yang terus berkembang. Keberadaannya erat kaitannya dengan stasiun kereta api yang dulu menjadi pusat pergerakan masyarakat.
Menurut Dosen Sejarah Universitas Sumatera Utara, Muhammad Azis Risky Lubis, pasar itu muncul secara alami di sekitar stasiun. “Mulanya pasar atau pajak Deli Tua tidak dibangun, tetapi tumbuh dan berkembang sehingga menjadi seperti sekarang. Pasar ini tumbuh di sekitar kawasan stasiun kereta api Deli Tua, yang menjadi titik temu masyarakat,” ujarnya pada Selasa, 05 Mei 2026.
Stasiun Deli Tua pada masanya menjadi simpul penting mobilitas warga. Aktivitas keluar-masuk penumpang dan distribusi barang memicu munculnya transaksi ekonomi di sekitarnya. Seiring pertumbuhan penduduk, kebutuhan masyarakat meningkat. “Bertambahnya jumlah penduduk di wilayah ini diikuti oleh meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan hidup masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok, sandang, maupun papan,” kata Azis.
Ia memperkirakan bahwa perkembangan pasar mulai signifikan pada 1980‑an hingga awal 1990‑an, meski embrio pasar diduga sudah muncul sejak 1970‑an. “Perkembangan pasar ini diperkirakan di antara tahun 1980‑an atau di awal tahun 90‑an. Namun, bisa jadi pertumbuhannya dimulai dari tahun 70‑an,” jelasnya.
Di periode tersebut, stasiun kereta api Deli Tua masih aktif melayani penumpang dan angkutan barang. Jalur ini terhubung hingga wilayah Pancur Batu. Namun, operasional stasiun sempat terhenti akibat keterbatasan sarana dan perkembangan wilayah. Pada 1982, stasiun kembali beroperasi, tetapi hanya bertahan sekitar enam tahun. “Hal ini karena stasiun kereta api Deli Tua sempat berhenti beroperasi, namun di tahun 1982 sempat beroperasi kembali selama 6 tahun,” ujarnya.
Kendala teknis, termasuk sulitnya mendapatkan suku cadang dari Jepang, membuat operasional kembali dihentikan. Saat itu, pengelolaan masih berada di bawah PJKA, yang kini menjadi PT Kereta Api Indonesia. Jalur Medan‑Kampung Baru‑Kedai Durian‑Deli Tua‑Pancur Batu tidak lagi beroperasi, namun Pasar Deli Tua tetap hidup sebagai pusat ekonomi masyarakat.
Pasar ini, yang tumbuh secara organik di sekitar stasiun, mencerminkan pola perkembangan ekonomi lokal yang dipengaruhi oleh infrastruktur transportasi. Meskipun stasiun sudah tidak beroperasi, arus penumpang dan barang tetap menjaga dinamika pasar, menjadikannya tempat berkumpulnya kebutuhan pokok, sandang, dan papan bagi warga setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
