Paskah 2026: Umat Rayakan Kebangkitan Kristus di Indonesia

Vera T. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 100 dibaca
Bisik.id
Paskah 2026: Umat Rayakan Kebangkitan Kristus di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Paskah adalah hari raya yang dirayakan setiap tahun pada 5 April 2026. Pada hari ini, umat Kristen dan Katolik di seluruh dunia mengingat kebangkitan Yesus Kristus, yang dianggap sebagai kemenangan atas dosa dan maut. Peringatan ini menjadi simbol harapan baru bagi umat Kristiani.

Makna Paskah bersumber dari dua bagian Alkitab: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kedua bagian ini saling melengkapi, membentuk pemahaman mendalam tentang perayaan yang masih dirayakan hingga kini.

Di Perjanjian Lama, Paskah dikenal dengan nama Pesakh atau Passover. Istilah ini berarti “melewatkan”. Perayaan ini bermula dari kisah pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, sebagaimana tertulis dalam Kitab Keluaran. Tuhan menurunkan sepuluh tulah, dan tulah terakhir adalah kematian anak sulung. Namun, rumah-rumah Israel yang ditandai darah anak domba tidak terkena malapetaka tersebut. Peristiwa ini kemudian diperingati sebagai Paskah umat Yahudi. Setiap tahun, bangsa Israel menyembelih domba dan mengadakan perjamuan roti tidak beragi. Tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan pengingat bahwa Tuhan pernah membebaskan umat-Nya dari perbudakan menuju kebebasan.

Di Perjanjian Baru, makna Paskah mengalami pendalaman. Darah anak domba yang menyelamatkan bangsa Israel di Perjanjian Lama kini dipahami sebagai Yesus Kristus, “Anak Domba Allah” yang menebus dosa umat manusia. Penyaliban di Golgota menjadi puncak penderitaan, namun kematian bukan akhir. Pada hari ketiga, kubur ditemukan kosong dan Yesus bangkit. Kebangkitan ini menjadi inti perayaan Paskah dan iman Kristen. Dengan demikian, Paskah tidak hanya tentang pembebasan fisik, melainkan pembebasan dari dosa dan maut. Perayaan ini menandai kemenangan dan harapan akan kehidupan kekal.

Rangkaian ibadah Paskah tidak berlangsung satu hari saja. Berikut adalah urutan ibadah yang dijalani umat Kristen dan Katolik:

  • Rabu Abu – Menandai dimulainya masa Prapaskah selama 40 hari sebelum Paskah. Pada hari ini, umat menerima tanda abu di dahi berbentuk salib. Abu melambangkan pertobatan dan pengingat bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Masa ini diisi dengan puasa, pantang, doa, dan refleksi diri sebagai persiapan menyambut kebangkitan Kristus.
  • Minggu Palma – Diperingati pada Minggu sebelum Paskah. Ibadah ini mengenang peristiwa ketika Yesus memasuki Yerusalem, disambut sorak-sorai rakyat yang melambaikan daun palma sebagai tanda penghormatan. Daun palma menjadi simbol kemenangan, sekaligus awal perenungan menuju penyaliban.
  • Kamis Putih – Memperingati Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid sebelum Ia ditangkap. Dalam perjamuan itu, Yesus memecah roti dan membagikan anggur sebagai lambang tubuh dan darah-Nya. Peristiwa ini menjadi dasar perayaan Ekaristi atau Perjamuan Kudus. Di beberapa gereja, dilakukan pula ritual pembasuhan kaki sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan.
  • Jalan Salib – Devosi yang menggambarkan 14 perhentian perjalanan Yesus menuju penyaliban. Tradisi ini berkembang kuat dalam Gereja Katolik dan biasanya dilakukan selama masa Prapaskah, terutama pada Jumat Agung. Umat merenungkan momen-momen penting, mulai dari hukuman mati, memanggul salib, hingga dimakamkan. Jalan Salib menjadi sarana refleksi atas penderitaan Kristus dan makna pengorbanan-Nya bagi manusia.
  • Jumat Agung – Hari peringatan wafatnya Yesus di kayu salib. Ibadah berlangsung dalam suasana hening dan penuh penghormatan. Yesus disalibkan di Golgota dan wafat sebagai bentuk pengorbanan untuk menebus dosa manusia. Pada hari ini, gereja tidak merayakan misa seperti biasa, melainkan lebih menekankan pada ibadah sabda dan penghormatan salib.
  • Hari Pentakosta – Diperingati 50 hari setelah Paskah. Perayaan ini mengenang turunnya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem. Peristiwa tersebut menjadi titik awal lahirnya gereja mula-mula. Para murid mulai memberitakan Injil secara terbuka dan berani. Pentakosta menegaskan bahwa kebangkitan Kristus tidak berhenti pada makam kosong, tetapi berlanjut dalam karya Roh Kudus di tengah umat. Hal ini juga menjadi bukti bahwa Yesus tetap menyertai manusia hingga saat ini.

Secara keseluruhan, Paskah mencakup perjalanan sejarah dan spiritual yang panjang. Dari pembebasan bangsa Israel di Mesir hingga kebangkitan Yesus Kristus, semua cerita ini menyoroti karya keselamatan Tuhan bagi umat manusia. Rangkaian ibadah yang diikuti umat Kristen dan Katolik menegaskan kembali makna kebangkitan, pengorbanan, dan harapan hidup kekal. Peringatan ini, dengan segala makna dan tradisinya, tetap menjadi momen penting bagi jutaan orang di seluruh dunia.

PaskahKebangkitan YesusPesakhRabu AbuJalan SalibPentakosta

Komentar

Memuat komentar...