Paus Sperma Raksasa Terdampar, Mati di Pantai Nusasari, Bali

Hari W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Paus Sperma Raksasa Terdampar, Mati di Pantai Nusasari, Bali

Gambar atau konten salah?

Di pesisir Pantai Desa Nusasari, Jembrana, Bali, sebuah paus sperma raksasa terdampar pada hari Rabu, 06 Mei 2024. Warga setempat langsung menuruti lokasi terdamparnya hewan laut itu. Pencarian pertama kali diketahui pada pukul 15.30 Wita, ketika saksi mata melihat sebuah benda besar bergerak di pinggir laut sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Paud tersebut masih hidup saat ditemukan. Saat air laut surut, paus raksasa itu terdampar dengan posisi kepala menghadap ke laut. “Paus tersebut ditemukan pertama kali oleh warga yang melihat ada ikan besar mengibas‑ngibaskan ekornya di pinggir laut,” ungkap Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Sukadana saat dikonfirmasi.

Namun, seiring berjalannya waktu dan air laut yang terus surut drastis, paus tersebut dinyatakan mati pada pukul 16.00 Wita. Kondisi tubuhnya sepenuhnya kandas di daratan. Proses nekropsi kemudian dimulai untuk mencari penyebab kematian satwa raksasa itu. Relawan dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI), drh. Abdullatif Muhammad, menjelaskan bahwa nekropsi baru bisa dilakukan pada siang hari Rabu, 06 Mei 2024 karena keterbatasan pasang surut air laut.

“Yang dinekropsi itu paus sperma jenis kelamin betina dengan panjang 17 meter. Karena kemarin terkendala air pasang, baru siang tadi bisa dilakukan dan sampai sore ini belum selesai,” ungkap Abdullatif saat ditemui di lokasi.

Abdullatif kemudian menyampaikan beberapa dugaan awal penyebab kematian. Sebagai mamalia laut, paus membutuhkan air untuk menopang organ tubuhnya. Saat terdampar di perairan dangkal, dapat terjadi crush syndrome, yakni organ dalam paus tertarik gravitasi karena tidak ada lagi daya apung dari air. Dugaan kedua, paus bernapas lewat blow hole (lubang hidung) di bagian atas. Saat terdampar dan badan terombang‑ambing, lubang pernapasan itu bisa masuk air, sehingga paus tersebut mengalami kondisi seperti tenggelam.

Untuk memastikan penyebab pastinya, tim medis telah mengambil lebih dari 20 sampel, mulai dari organ dalam hingga kulit, untuk diuji di laboratorium, termasuk tes DNA. Semua data ini akan membantu menentukan apakah faktor lingkungan, kondisi kesehatan, atau kejadian lain yang menyebabkan paus tersebut tidak dapat bertahan hidup di daratan.

Paud sperma raksasa ini, yang ditemukan di pantai Nusasari, menunjukkan betapa rapuhnya keseimbangan ekosistem laut. Penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih baik tentang bagaimana paus merespons perubahan lingkungan dan membantu upaya pelestarian satwa laut di Indonesia.

Paus sperma raksasaPantai NusasariTerdamparNekropsiCrush syndromeBlow holeJaringan Satwa IndonesiaLaboratorium DNA

Komentar

Memuat komentar...