PB PASI Sesuaikan Agenda Asian Games 2026 Karena Anggaran

Dedi S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 129 dibaca
Bisik.id
PB PASI Sesuaikan Agenda Asian Games 2026 Karena Anggaran

Gambar atau konten salah?

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyesuaikan program uji coba atlet menjelang Asian Games 2026 karena tekanan anggaran yang dipicu oleh konflik di Iran.

"Sebenarnya programnya sudah ada dan kami sedang membuat rencana yang lebih intensif untuk Asian Games. Namun, situasinya tiba-tiba berubah karena perang di Iran, jadi ada efisiensi‑efisiensi," ujar Wakil Ketua Umum PB PASI, Tigor Tanjung, pada pertemuan di kawasan Senayan pada 9 April 2026.

Ia menambahkan, "Nah, kami sekarang sedang intens dengan Kemenpora, berunding lagi, bagaimana mengoptimalkan dana yang ada. Jadi mungkin akan ada modifikasi dalam persiapan Asian Games."

Penyesuaian yang dimaksud bukan pada jumlah atlet pelatnas, melainkan pada agenda kejuaraan yang akan diikuti. Awalnya PB PASI merencanakan sekitar 12 kejuaraan internasional dalam kalender 2026, namun kondisi saat ini memaksa otoritas olahraga untuk melakukan optimalisasi.

"Tidak ke jumlah atlet tapi misalnya ada kejuaraan yang kira ikut ke luar negeri tapi harus ditunda. Saya tidak tahu (efisiensi dana) apakah berhubungan langsung tapi yang pasti kami dapat seperti itu."

Ia menegaskan, "Pokoknya, itulah situasi yang kami hadapi sekarang. Jadi, kami sekarang sedang intens dengan Kemenpora untuk membicarakan cara mengoptimalkan anggaran,".

PB PASI saat ini mempersiapkan 30 atlet untuk Asian Games 2026 di Aichi‑Nagoya, yang akan berlangsung dari 19 September 2026 hingga 4 Oktober 2026. Komposisinya terdiri dari 15 atlet PPON dan 15 atlet mandiri. Para atlet menjalani pemusatan latihan di Stadion Atletik PB PASI Pangalengan, Jawa Barat.

Salah satu agenda yang batal diikuti adalah Australia Open pada bulan ini. Namun, beberapa kejuaraan masih direncanakan, antara lain Singapore Open (15‑17 April 2026), Kejuaraan Asia U‑20 di Hong Kong (28‑31 Mei 2026), Asian Throwing Championship di Korea, serta sejumlah event di China dan Korea pada 1 Juni 2026 – 31 Juli 2026.

"Semoga di Hong Kong bisa berangkat, lalu Asian Throwing Championship (di Korea), dan beberapa kejuaraan lain juga masih ditinjau seperti di China dan Korea pada bulan Juni‑Juli, serta beberapa undangan untuk turnamen open mereka, itu sebenarnya menarik. Mudah‑mudahan kita bisa (kirim) karena tingkat kompetititfnya tinggi," ungkap Tigor.

Dengan menyesuaikan agenda dan memaksimalkan dana, PB PASI berharap atlet Indonesia dapat berkompetisi secara optimal di Asian Games 2026, meski tantangan logistik dan keuangan tetap menjadi hambatan yang harus dihadapi.

PB PASIAsian Games 2026anggarankonflik Irankejuaraan internasionalKemenporaatlet Indonesia

Komentar

Memuat komentar...