PBNU Resmikan 27 SPPG Baru di Pesantren Lirboyo, Kediri

Rizki W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
PBNU Resmikan 27 SPPG Baru di Pesantren Lirboyo, Kediri

Gambar atau konten salah?

PBNU menggelar peresmian 27 SPPG di beberapa daerah di Indonesia, dengan acara utama di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyatakan bahwa sejak awal, lebih dari 250 unit SPPG telah beroperasi di seluruh negeri.

Program ini dimaksudkan untuk menambah gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial berbasis komunitas. Yahya menegaskan, “Ke depan kita harapkan SPPG ini menjadi simpul dari berbagai inisiatif ketahanan masyarakat yang sedang kita bangun.”

Peresmian 27 SPPG ini menambah capaian sebelumnya: 36 unit di Nusa Tenggara Barat dan 69 unit di Batang telah dioperasikan. Di Lirboyo, hanya dua SPPG yang aktif melayani santri, sementara jumlah santri di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 52 ribu orang.

Menanggapi kebutuhan tinggi, PBNU menargetkan penambahan minimal enam unit SPPG dalam waktu dekat. Secara ideal, jumlahnya bisa naik hingga 20 unit agar seluruh santri terjangkau.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menilai bahwa pengembangan SPPG di pesantren memiliki potensi besar. Ia menambahkan bahwa model SPPG di Lirboyo mulai mengarah pada integrasi ekosistem ekonomi. Hal ini terlihat dari adanya business matching yang mempertemukan pelaku usaha masyarakat dengan lembaga pembiayaan, seperti perbankan, sekaligus membuka peluang penyerapan produk oleh SPPG.

Menurut Sony, “Bukan hanya memberikan makanan, tetapi bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh, didukung pembiayaan, dan produknya terserap oleh SPPG.”

PBNU berharap pengembangan SPPG berbasis pesantren ini dapat menjadi model nasional, mengintegrasikan pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan santri, tetapi juga masyarakat di sekitar pesantren.

Peristiwa ini berlangsung pada 14 April 2026, menandai langkah penting dalam upaya meningkatkan gizi dan ketahanan sosial di Indonesia.

PBNUSPPGgiziketahanan sosialpesantren Lirboyointegrasi ekonomimodel nasional

Komentar

Memuat komentar...